MALANG, Tugujatim.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang meluncurkan inovasi layanan baru di bidang sterilisasi medis. Nama inovasi terbaru RSSA Malang adalah PAK MOLINO (Paket Modifikasi Linen Operasi).
Inovasi ini dikembangkan oleh Instalasi Laundry dan Sterilisasi Sentral RSSA Malang untuk mendukung efisiensi operasional kamar bedah dan meningkatkan standar keselamatan pasien.
Baca Juga: Manajemen Obat Lebih Akurat, RSSA Malang Terapkan SI PAISUCEN Inovasi Digitalisasi Layanan Farmasi
Lonjakan jumlah tindakan operasi pasca pandemi menjadi latar belakang munculnya inovasi ini. Berdasarkan data Instalasi Bedah Sentral (IBS), RSSA Malang menangani rata-rata 45–50 operasi elektif per hari, ditambah 10–15 operasi darurat dari Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Bahkan, kini jumlah operasi ditingkatkan dengan adanya layanan operasi sore hari dari subspesialis ortopedi dan potensi tambahan dari subspesialis bedah lainnya.
Dominasi Paket Linen Dibandingkan Disposable
Dari keseluruhan tindakan bedah, sekitar 90 persen masih menggunakan paket linen operasi, sementara hanya sekitar 10 persen menggunakan disposable drape untuk proses demarkasi lapangan operasi. Fakta ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan linen steril di RSSA sangat tinggi.
“Perlu diketahui, sekitar 90 persen tindakan operasi di sini masih menggunakan paket linen dibandingkan dengan bahan sekali pakai atau disposable,” jelas Kepala Instalasi Laundry dan Sterilisasi Sentral RSSA Bambang Suliono SKep Ners MM.
Apa Itu PAK MOLINO?
PAK MOLINO merupakan modifikasi dari paket linen konvensional yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Inovasi ini mencakup penggunaan lipatan balik, susunan linen sesuai urutan penggunaan di ruang tindakan, pengemasan tahan air yang sekaligus bisa dijadikan alas meja instrumen, serta penggabungan alas dan kain dobel untuk efisiensi.
“Jenis linen-nya sama, jumlahnya sama, tapi yang membedakan adalah cara pelipatan dan susunannya. Model ini disesuaikan dengan kebutuhan kamar operasi. Setelah diujicobakan, ternyata mendapat respons positif dari teman-teman di kamar operasi,” ungkap Bambang.

Dia menambahkan, proses pembuatan PAK MOLINO dilakukan setelah cucian bersih diterima. Linen kemudian dipilah dan dilipat secara khusus. Lipatan balik ini bukan hanya memudahkan tenaga medis saat membuka linen, tetapi juga meminimalkan risiko kontaminasi.
“Tujuan utama lipat balik ini adalah saat draping atau penutupan area operasi, menekan potensi masuknya benda tidak steril, dan kecepatan penataan lebih efisien,” terang Bambang.
Uji Coba dan Implementasi
PAK MOLINO mulai dikembangkan sejak 2020 dan disempurnakan hingga akhir 2023. Uji coba penerapan dilakukan di kamar operasi dan ruang tindakan lainnya. Mulai 2024, model ini mulai digunakan secara luas di RSSA.
“Sekarang sudah kami terapkan sejak akhir 2023. Presentasi ke berbagai unit juga dilakukan pada 2024. Tapi perlu diketahui juga, walau ada PAK MOLINO, tetap ada prosedur sesuai SOP,” imbuhnya.
Tidak hanya di kamar operasi, PAK MOLINO juga telah digunakan di berbagai ruang tindakan lainnya seperti cathlab, ruang hemodialisa, radiologi, bahkan operasi jantung.
Efisiensi Operasional dan Patient Safety
Inovasi ini bertujuan untuk mempercepat waktu penataan linen dan instrumen di kamar bedah, meningkatkan efisiensi biaya, dan yang terpenting, memperkuat standar keselamatan pasien.
Central Sterile Supply Department (CSSD) atau Instalasi Sterilisasi Sentral sendiri merupakan unit vital yang memastikan seluruh peralatan medis bebas dari mikroorganisme dan siap digunakan.

“Dengan PAK MOLINO, efisiensi meningkat dan patient safety bisa lebih dijamin karena semuanya sudah tertata rapi dan steril sejak dari proses awal,” tegas Bambang.
Ke depan, PAK MOLINO diharapkan dapat menjadi standar baru dalam pelayanan linen operasi tidak hanya di RSSA, tetapi juga bisa direplikasi oleh rumah sakit lain yang memiliki beban operasi tinggi. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








