JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan program Homecare dan Telemedicine guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis, termasuk mereka yang tinggal di daerah dengan akses sulit menuju fasilitas kesehatan.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengatakan, pola pelayanan kesehatan tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit, melainkan harus aktif menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah harus hadir mendatangi masyarakat yang membutuhkan. Tidak boleh ada warga yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Fawait saat kegiatan Pro Gus’e Update di Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/07/2026).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengalami kendala untuk mengakses layanan kesehatan akibat keterbatasan fisik, usia lanjut, biaya transportasi, maupun jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Layanan Homecare Jemput Bola ke Rumah Pasien
Program Homecare disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung di rumah pasien. Sasaran utamanya meliputi lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, balita stunting, ibu hamil berisiko tinggi, masyarakat kurang mampu, hingga pasien dengan penyakit kronis atau keterbatasan mobilitas.
Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk menjangkau warga yang kesulitan datang ke puskesmas.

“Kalau jangkauannya sulit kita juga ada pelayanan Homecare. Nanti teman-teman penanggung jawab Home Care yang ada di puskesmas induk akan jemput bola dengan mendatangi pasien-pasien yang jangkauannya jauh dari puskesmas,” kata Machus Rovida.
Ia menambahkan, seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas Jelbuk, termasuk Home Care, dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya.
Baca Juga : Gus Fawait Lepas 3.000 Mahasiswa KKN untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
“Semua layanan di puskesmas gratis,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan dari puskesmas akan melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi pasien, pemberian terapi sesuai kebutuhan, hingga edukasi kepada keluarga pasien.
Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan lebih lengkap.
Program tersebut melibatkan berbagai tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan, ahli gizi, tenaga kesehatan masyarakat, hingga petugas administrasi dan pengemudi layanan, sehingga pelayanan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Selain kunjungan langsung ke rumah, Pemkab Jember juga menyiapkan layanan telemedicine sebagai alternatif konsultasi kesehatan secara daring.
Gus Fawait menjelaskan, layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan atau membutuhkan konsultasi medis awal secara cepat tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Menurutnya, kombinasi antara Homecare dan Telemedicine akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember sekaligus mempercepat penanganan pasien.
Dengan layanan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh akses kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan merata, terutama bagi kelompok rentan yang selama ini mengalami hambatan dalam memperoleh pelayanan medis. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim








