JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait secara resmi meluncurkan program penyediaan listrik pedesaan di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Kamis (05/06/2025).
Program ini merupakan manifestasi komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah-daerah terpencil, khususnya kawasan yang berbatasan dengan hutan dan pesisir seperti wilayah Bandealit.
Apresiasi terhadap Dukungan Berbagai Pihak
Dalam sambutannya, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait ini bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak dalam merealisasikan program elektrifikasi pedesaan tersebut.
Menurut dia, wilayah yang selama ini belum mendapatkan aliran listrik, khususnya daerah Bandealit, akan segera memperoleh penerangan. Program ini ditargetkan selesai sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.
“Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan terima kasih kepada PT PLN beserta seluruh jajaran BUMN yang terlibat dalam program ini. Apresiasi juga disampaikan kepada Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryadi serta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah mengalokasikan anggaran kepada PLN untuk menerangi daerah Bandealit,” ungkap Gus Fawait.
Spesifikasi Teknis dan Anggaran Program
Program elektrifikasi pedesaan ini mencakup pembangunan jaringan distribusi listrik sepanjang 11 kilometer yang membentang hingga ke garis Pantai Bandealit. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai hampir Rp50 miliar.
Dalam pelaksanaannya, akan didirikan sekitar 220 unit tiang listrik untuk mengalirkan energi listrik ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau infrastruktur kelistrikan.
Program ini tidak hanya bertujuan menyediakan penerangan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Jember yang memiliki potensi di bidang pariwisata dan pertanian.
Strategi Pembangunan Terintegrasi
Gus Fawait menegaskan bahwa upaya pembangunan di Kabupaten Jember tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah semata. Pemerintah daerah secara aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kementerian serta pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Bupati Fawait Resmikan Fasilitas Kesehatan NU di Jember Usai Tertunda Bertahun-tahun
“Pemerintah daerah telah melakukan pendekatan ke seluruh kementerian. Pada periode 2025-2026 diproyeksikan akan terdapat berbagai program pembangunan yang turun ke Kabupaten Jember dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai hampir Rp1 triliun.
Program tersebut meliputi pembangunan flyover, Pasar Tanjung, infrastruktur jalan, normalisasi kawasan wisata, fasilitas bandara, rumah sakit beserta peralatannya, kantor perwakilan Taman Nasional, serta berbagai peralatan pertanian,” paparnya.
Tantangan Kemiskinan Ekstrem
Pembangunan komprehensif di Kabupaten Jember menjadi kebutuhan mendesak mengingat daerah ini menduduki peringkat kedua dalam hal tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa Timur, dengan sebagian besar penduduknya berdomisili di wilayah pedesaan.
Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dinilai sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Pembangunan Kabupaten Jember dengan kondisi kemiskinan ekstrem di Jawa Timur, yang sebagian besar terdapat di wilayah pedesaan seperti kawasan pinggiran hutan, pantai, dan gunung, tidak dapat hanya mengandalkan APBD Kabupaten Jember,” tegas Gus Fawait.
Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan alokasi dana untuk perbaikan infrastruktur, seperti jalan sepanjang lima kilometer di beberapa kecamatan yang dilintasi jalan provinsi.
Gubernur Jawa Timur juga telah memberikan komitmen untuk menambahkan alokasi sepanjang 10 kilometer pada tahun mendatang sebagai hasil dari upaya komunikasi intensif yang dilakukan pemerintah daerah dengan tingkat provinsi.
Revitalisasi Sektor Pariwisata
Setidaknya, pembangunan di sektor pariwisata di Kabupaten Jember menjadi prioritas. Bupati mengakui bahwa dalam satu dekade terakhir, sektor pariwisata mengalami stagnasi dan belum menjadi penggerak utama perekonomian lokal.
Oleh karena itu, seluruh stakeholder, termasuk BUMN, BUMD, dan sektor swasta, diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam membangkitkan potensi pariwisata Kabupaten Jember.
“Kabupaten Jember merupakan kabupaten penyangga yang seharusnya menjadi yang terdepan dalam pembangunan. Meskipun saat ini perkembangan masih tertinggal dibandingkan daerah sekitar, namun pada era kepemimpinan Presiden Prabowo dan administrasi saat ini, Kabupaten Jember diharapkan akan mengalami kemajuan yang lebih signifikan dibandingkan periode sebelumnya,” tegasnya.
Imbauan Pemeliharaan Fasilitas Publik
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk turut serta dalam pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun, khususnya penerangan jalan umum.
Bupati menyoroti adanya laporan mengenai hilangnya beberapa unit penerangan jalan umum di berbagai lokasi dan mengajak partisipasi aktif warga dalam menjaga aset pemerintah demi keberlanjutan manfaatnya.
“Di sejumlah lokasi telah dilakukan pemasangan penerangan jalan umum, namun terdapat beberapa unit yang mengalami kehilangan. Untuk itu, seluruh masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam menjaga fasilitas pemerintah, baik penerangan maupun infrastruktur lainnya, sehingga pembangunan yang telah dilaksanakan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember,” pungkasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








