MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sisa jalur Kereta Api dari Krian, Sidoarjo menuju Ploso, Jombang masih tersisa di Kabupaten Mojokerto. Seperti bekas Stasiun Perning Mojokerto, tepatnya berlokasi di Perning, Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Stasiun ini mempunyai koneksi dengan jalur yang mengarah ke Stasiun Lespadangan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto hingga Ploso, Jombang. Sama persis dengan Stasiun Lespadangan, status dari Stasiun Perning sendiri sudah lama tidak aktif, sejak tahun 1978 silam. Sementara, ketika masa jayanya, stasiun ini berdiri sebagai penyokong keperluan armada khusus pabrik gula.
“Sebenernya secara garis besar sama, Stasiun Perning dulunya untuk melayani pabrik-pabrik gula di utara Sungai Brantas, salah satunya pabrik gula Perning yang sekarang tersisa rumah dinas dan bekas pondasi cerobong asap saja,” ungkap Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta, Minggu (08/06/2025).

Masih kata Vega, sapaan Alfaviega Septian Pravangasta, jalur Krian, Sidoarjo menuju Ploso, Jombang dibangun oleh Staatsspoorwegen, perusahaan yang menjadi cikal bakal PT Kereta Api Indonesia alias KAI. “Dulu Stasiun Perning juga sempat digunakan untuk angkutan pasir kali Brantas,” sambungnya.
BACA JUGA: KH Achyat Halimi, Sosok Kiai Mojokerto Peduli Pendidikan dan Kesehatan
Namun, terdapat krisis yang membuat beberapa pabrik gula harus tutup. Anjloknya harga gula di pasaran mau tak mau membuat banyak pabrik gula harus gulung tikar. Maka, mau tak mau jalur Krian-Ploso ini ditutup dan segala aset seperti jalur rel, wesel, sinyal, dan alat-alat lain dibongkar, meski masih terdapat sedikit sisa peninggalan.
“Sekira tahun 1978 sudah tidak aktif lagi. Karena hasil gula tidak sebanyak sebelum krisis di masa lalu. Padahal ketika masa jaya, Indonesia pernah menjadi produsen gula paling tinggi nomor 2 di dunia setelah Kuba,” tandas Vega.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








