JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saat ini tengah menggiatkan upaya pembenahan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah kecamatan. Upaya perbaikan itu dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) yang dikhususkan untuk menangani kondisi jalan berlubang secara intensif.
Usai perbaikan berjalan beberapa bulan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember melakukan inspeksi dadakan (sidak).
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo yang memimpin langsung sidak mengungkap temuan hasil temuan.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Resmikan Jalan Propinsi di Jember, Ingatkan Agar Tak Dilewati Truk Overload
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Ardi menyatakan, aktivitas perbaikan jalan berlubang di sejumlah desa menunjukkan progres yang memuaskan. Fokus perbaikan yang dilakukan tim URC saat ini adalah menangani jalur dengan tingkat kerusakan maksimal 20 persen melalui metode penambalan.
“Hari ini, kami dari Komisi C DPRD Jember meninjau langsung proses pengerjaan penambalan jalan di beberapa desa dan wilayah, dan alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujar Ardi saat dikonfirmasi melalui daring pada Selasa (10/06/2025).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pekerja umum (PU) bina marga untuk mengutamakan penanganan jalur-jalur strategis yang sering dilalui warga. Selain itu, terkait pendanaan, politisi dari Partai Gerindra ini mengakui keterbatasan anggaran yang tersedia.
Dana untuk tim URC saat ini hanya berkisar Rp15 miliar-Rp16 miliar, yang dinilai belum memadai untuk menangani seluruh kerusakan jalan berlubang di Jember.
“Anggaran untuk perbaikan jalan untuk tim URC ini terbatas. Dengan nominal itu belum atau jauh dari kata cukup untuk digunakan memperbaiki seluruh jalan rusak di Kabupaten Jember,” imbuhnya.
DPRD Ajukan Dana Tambahan
Untuk mengatasi kendala finansial tersebut, Ardi mengungkapkan rencana pengajuan tambahan anggaran dalam pembahasan revisi APBD 2025.
Target yang diharapkan adalah peningkatan alokasi dana hingga mencapai Rp30 miliar agar dapat menjangkau seluruh kecamatan. Dalam pelaksanaannya, tim URC diarahkan untuk memprioritaskan akses-akses vital seperti jalur menuju institusi pendidikan dan rute utama yang digunakan pekerja.
Selain itu, perbaikan jalan desa juga menjadi perhatian khusus mengingat dampaknya terhadap kelancaran aktivitas ekonomi lokal, terutama bagi para pedagang hasil pertanian. Sebagai upaya kontrol kualitas, dilakukan juga pemeriksaan terhadap standar material yang digunakan dalam proses penambalan, termasuk mutu aspal dan bahan pendukung lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








