JEMBER, Tugujatim.id – Ahmad Mushaddiq Hadafi, pebalap Jember, terpaksa absen dari kompetisi Porprov Jawa Timur 2025. Atlet muda ini menghadapi konflik jadwal karena sudah berkomitmen mengikuti lomba tingkat nasional di Sirkuit Mandalika yang waktunya bertabrakan dengan tahap seleksi Porprov Jawa Timur IX 2025.
Ketua IMI Jember Eko Harianto mengatakan, Hadafi awalnya disiapkan sebagai salah satu dari tiga rider untuk memperkuat tim Jember. Sayangnya, jadwal tes teknis (THB) Porprov mengalami perubahan berkali-kali secara tiba-tiba dari panitia sehingga pebalap Jember ini tidak dapat mengikuti proses seleksi.
Baca Juga: Pasca Rakor, Kontingen Jember Sementara Telan Rp3,1 Miliar di Porprov IX Jatim
“Awalnya seleksi dijadwalkan tanggal 16, kemudian diubah menjadi 14, dan akhirnya menjadi 11 Juni. Sementara Hadafi sudah terikat kontrak dan sedang berkompetisi di Mandalika. Tidak mungkin meninggalkan komitmen tersebut,” terang Eko pada Rabu (11/06/2025).
Atlet yang masih duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP) itu telah mengikuti sebanyak lima seri championship di Mandalika. Selain itu, dia juga menempuh pendidikan di academy balap Galang Hendra Racing School di Jogja.
Dia dipandang sebagai bibit unggul yang dapat diandalkan Kabupaten Jember dalam jangka panjang. Meski di tahun cabang olahraga balap motor asal Jember menjadi yang pertama di Porprov Jawa Timur.
Dua Pebalap Jember Dikirim ke Porprov
Namun, kehadiran cabor anyar ini memunculkan berbagai tantangan, termasuk clash jadwal yang mengakibatkan sejumlah atlet daerah tidak dapat tampil optimal. Meskipun kehilangan Hadafi, Jember tetap mengirimkan dua pebalap yaitu Alif Putra Purnomo dan Muhammad Arizki Fajar Imani untuk bersaing di kategori individu.

Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Jember menargetkan satu medali emas dan satu perunggu. Eko juga menyinggung minimnya sarana latihan di Jember yang saat ini hanya tersedia di Jember Sport Garden (JSG).
Fasilitas ini sering bentrok penjadwalannya dengan cabang olahraga lain seperti sepak bola.
“Kami mengharapkan perhatian lebih ke depan agar pengembangan atlet balap motor dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








