• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa baru ITB.

Dari kiri, Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara dan jajaran mengunjungi Deka, Davit, dan Naufal, calon mahasiswa asal Sumatera Barat yang diterima di ITB melalui jalur SNBP, Sabtu (07/06/2025). (Foto: ITB)

Nauli, Devit, Deka: Mahasiswa Baru ITB yang Dijemput Rektor

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan Indonesia. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara MT secara langsung mengunjungi rumah tiga mahasiswa baru ITB asal Sumatera Barat yang berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.

Ketiga mahasiswa baru ITB itu adalah siswa berprestasi dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Mereka saat ini juga menjadi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP) Kuliah.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Dalam kunjungan tersebut, Prof Tata, sapaan akrabnya, turut didampingi oleh Imam Santoso DSc (Tech.) ST MPhil, dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Teknik Metalurgi FTTM ITB, yang juga dikenal sebagai influencer pendidikan.

Mahasiswa Berprestasi dari Sumbar

Tiga mahasiswa baru ITB yang dikunjungi adalah Nauli Al Ghifari, 18; dan Devit Febriansyah, 18, siswa SMAN 1 Bukittinggi; serta Deka Fakira Berna dari SMAN 1 Padang. Ketiganya diterima di ITB berkat capaian akademik yang membanggakan dan semangat belajar yang tinggi meskipun berasal dari latar belakang ekonomi sederhana.

Nauli diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), Devit di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB), dan Deka di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB. Mereka bertiga juga menjadi penerima beasiswa KIP-Kuliah, sebuah program pemerintah untuk membantu siswa kurang mampu melanjutkan pendidikan tinggi.

Baca Juga: Tempati Posisi 13 Nasional, Unej Terima 4.138 Maba Jalur SNBT 2025

Melansir dari laman resmi ITB, Ayah Nauli, Pananuhon, sehari-hari berjualan pakaian bekas di Pasar Atas Bukittinggi. Penghasilannya tidak tetap dengan omzet tahunan sekitar Rp8 juta. Hingga kini, tabungan yang berhasil dia kumpulkan hanya sekitar Rp1,5 juta. Jumlah ini tentu jauh dari cukup untuk membiayai anaknya kuliah ke Bandung.

Sementara itu, orang tua Devit, yakni Julimar dan Doni Afrijal, bekerja sebagai kuli angkut kayu manis. Penghasilan mereka tidak menentu dan hanya cukup untuk kebutuhan harian. Semangat juangnya membuat warga kampung ikut tergerak. Warga bergotong royong, iuran secara sukarela demi membantu biaya keberangkatan Devit ke Bandung.

Disambut Langsung oleh Rektor ITB

Momen kedatangan rombongan dari ITB ke rumah para mahasiswa terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Kunjungan ini bukan hanya simbolis, tapi menjadi bukti nyata empati dan perhatian pimpinan kampus terhadap mahasiswa baru yang berjuang menembus ITB.

Prof Tata berharap, ketiga mahasiswa baru ITB itu terus semangat dan tidak mudah menyerah dalam menjalani pendidikan tinggi di kampus nanti.

“Di kampus nanti, kalian akan bertemu banyak mahasiswa hebat. Harus tetap berusaha yang terbaik dan jangan putus asa,” pesan Prof Tata kepada ketiganya, dikutip dari situs resmi ITB.

Dapat Dukungan dari PT Paragon Technology and Innovation

Kunjungan ini juga turut didukung oleh PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan di balik berbagai brand kecantikan seperti Wardah, Kahf, Emina, dan lainnya. Paragon memberikan bantuan berupa masing-masing satu unit laptop serta uang tunai Rp5 juta kepada Nauli dan Devit sebagai bantuan transportasi ke Bandung.

Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen Paragon untuk terus mendukung pendidikan inklusif di Indonesia, terutama bagi generasi muda dari daerah 3T atau yang kurang terjangkau fasilitas pendidikan tinggi.

Imam Santoso: Akses Pendidikan Harus Terbuka untuk Semua

Kehadiran Imam Santoso dalam kunjungan ini juga menjadi sorotan. Melalui akun Instagram @santosoim, dia membagikan momen penuh makna tersebut sekaligus menyampaikan bahwa pendidikan harus bisa diakses oleh siapa pun yang memiliki kemauan untuk belajar.

Imam juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi pendidikan dan dikenal luas di media sosial sebagai sosok yang menyuarakan pentingnya pendidikan adil dan merata di Indonesia.

Dengan begitu, kehadiran program KIP-K menjadi solusi nyata dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Terlebih, dukungan ITB dan mitra industri seperti Paragon, semakin terbuka luas bagi mereka yang memiliki semangat juang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: BandungBandung hari iniBerita Bandung hari iniMahasiswa Baru ITB BandungMahasiswa Baru ITB viral
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Jemaah haji Mojokerto.

Gabung Daerah Lain, Tiga Jemaah Haji Mojokerto Pulang Lebih Awal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID