MOJOKERTO, Tugujatim.id – Jalur Pacet-Cangar Mojokerto memang telah dibuka kembali 24 jam. Namun demikian, jalur alternatif penghubung Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu ini masih menyimpan potensi rawan longsor.
Beragam upaya digulirkan pemerintah daerah, seperti melanjutkan penguatan saluran irigasi pada bagian atas kawasan yang longsor beberapa waktu lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Abdul Khakim mengatakan bahwa rapat koordinasi lintas sektor terus dilakukan, terutama titik-titik rawan longsor akibat kontur tanah yang gembur.
“Ada pengamatan dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa masih ada potensi rawan (longsor) pada titik yang sebelumnya sudah longsor itu. Apalagi dari kontur tanah rawan gerak bila terkena hujan deras,” bebernya, Selasa (24/06/2025).
Beberapa langkah mitigasi diupayakan untuk memitigasi potensi kerawanan longsor. Pasalnya sebelumnya baru terpasang pipa 50 meter untuk saluran irigasi. Sementara panjang saluran yang dibutuhkan bisa mencapai 100 meter.
“Upaya-upaya mitigasi terus berjalan. Tetap waspada akan segala kemungkinan potensi yang terjadi, ini pengerjaan juga sedang kami kebut agar segera selesai,” tandas Khakim.
Diketahui sebelumnya, jalur Pacet-Cangar sempat ditutup akibat peristiwa tanah longsor di jalan Pacet-Cangar, Mojokerto, tepatnya di Lumpang, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (03/04/2025). Akibat peristiwa itu, dua mobil tertimbun material longsor.
BACA JUGA: AKDP Mojokerto-Batu via Cangar Masih Ngandang
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini diperoleh tim Tahura Raden Soerjo pada Kamis (03/04/2025). Dari video amatir pengendara yang tengah melintas, satu mobil minibus Toyota Innova Reborn dan satu mobil jenis pickup tertimbun material longsor.
Dari informasi yang dihimpun, 7 orang korban merupakan penumpang dari mobil minibus Toyota Innova Reborn warna abu-abu. Kesemua penumpang tersebut adalah Majid Zatmo, Rani Angraini, H Wahyudi, Hj Jainah, Syahrul Nugroho RS, Putri Qiana Ramadhani, dan Sauda. Ketujuh korban ini berasal dari Sukodono, Sidoarjo.
Sementara, 3 korban lain merupakan penumpang dari mobil pick up dengan nomor polisi S 9137 NI. Ketiga korban tersebut adalah Fitria Handayani, Ahmat Fiki Muzaki dan Mikaila FZ. Ketiganya merupakan warga Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








