MALANG, Tugujatim.id — Green Campus Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pelatihan pemilahan sampah anorganik dan uji coba mesin pencacah plastik di kawasan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) UM pada Kamis (26/6/2025) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penelitian LPPM UM Tahun 2025 dengan judul ‘Pengembangan TPST UM berbasis Digital untuk Membangun Green Entrepreneur Warga Kampus dalam Mencapai SDGs 11’ yang diketuai oleh Ketua UM Green Campus, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.
Lewat kegiatan ini diharapkan, Tim Taman UM selaku pernanggung jawab terhadap sampah di UM dapat memilah secara mandiri saat melakukan pembersihan. Kegiatan ini dinilai penting guna mendorong Tim Taman dan juga seluruh warga UM untuk lebih peduli kepada lingkungan.
“Kalau nyapu-nyapu ya biar nggak dicuekin aja semuanya antara plastik dan yang lain. Mahasiswa itu juga supaya semakin peduli gitu kalau mau membuang sampah,” tutur Prof. Marmi, Kamis (26/6/2025).

Selain itu, kegiatan ini juga berfokus di nilai ekonomi. Jika sebelumnya Tim Taman langsung menyerahkan sampah ke TPA tanpa proses pemilahan, setelah pelatihan diharapkan Pihak Taman mendapatkan pemahaman lebih baik dari pelatihan mengenai sampah yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Sehingga, kalau nanti dia (Tim Taman UM) itu mengambil sampah-sampah dari fakultas itu supaya bisa membedakan untuk dipisahkan antara yang sampah plastik. Plastik itu pun ada plastik yang nilainya tinggi tapi ada plastik yang nilainya rendah.” jelasnya.
Proses pemilahan sampah ini harus melalui tahapan spesifik. Pertama, harus dipisahkan sampah anorganik sesuai dengan klasifikasi material, kode daur ulangnya dan warnanya. Harus dipastikan sampah-sampah tersebut berada di klasifikasi yang benar karena setiap kode plastik memiliki nilai tukar yang berbeda.
Sampah yang sudah dipisahkan juga harus dalam keadaan bersih, kering, dan tidak ada bahan non-sejenis karena nantinya akan mempengaruhi keefektivitasan proses daur ulang.
Guna mendorong terwujudnya sistem pengelolaan limbah yang berbasis teknologi dan kewirausahaan, UM telah mendatangkan mesin-mesin pengolah sampah di TPST UM. Nantinya, botol-botol yang sudah dipilah dicacah dan hasil cacahannya dijual ke pihak ketiga.
Karena itu, kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka uji coba mesin pengolah sampah. Tim Taman UM dapat langsung praktek penggunaan mesin secara langsung.
“Karena memang mesinnya ini baru ready kemarin sebetulnya. Jadi, teman-teman supaya dengan tadi (memilah sampah) diuji coba juga gitu kan (mesinnya). Paling tidak tahu gambarannya bahwa sampah di ini mau diapakan,” ucapnya.

Masa perintisan program pengelolaan sampah ini, sampah yang digunakan adalah sampah yang berasal dari UM. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk menerima juga sampah dari luar UM jika program ini dapat berjalan dengan baik di masa depan.
“Jadi, memang kita ambil dari UM. Tapi, kalau nanti kedepan kita sudah buka tiap hari, kita bisa menerima juga dari orang luar,” tambahnya.
Sehingga diharapkan ke depannya tidak hanya beberapa pihak saja yang peduli sampah, tetapi juga seluruh warga UM turut serta dalam mendukung kegiatan ini. Sebagai Green Campus, UM sudah sepatutnya peduli dengan tujuan masa depan yang berkelanjutan dalam SDGs, termasuk pengelolaan sampah ini.
“Jadi, kita sudah melabeli kampus kita sebagai kampus yang green. Artinya kampus yang green itu ya peduli terhadap masalah SDGs itu semuanya, termasuk sampah.” harapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Diah Tri Puspitaning Palupi dari PT Zerolim Tekno Lestari sebagai bentuk kolaborasi pihak akademik dengan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Azmi Azaria Fidaroini
Editor: Darmadi Sasongko








