MALANG, Tugujatim.id – Warga Perum Griya Shanta Soehat Malang mendesak DPRD Kota Malang agar ikut menolak pemanfaatan akses Griya Shanta untuk pengembangan perumahan lain. Komisi C DPRD Kota Malang mendengarkan dan memfasilitasi hiring bersama warga, Rabu (2/7/2025).
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin menyatakan, pihaknya mendengarkan masalah yang disampaikan warga Griya Shanta RW 12 Kelurahan Mojolango, Kecamatan Lowokwaru tersebut terkait akses jalan tembus menuju perumahan baru.
“Kami ingin melihat secara utuh permasalahan ini agar bisa memberikan rekomendasi terbaik,” ujarnya kepada wartawan, usai hiring di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (2/7/2025).
DPRD menurutnya akan melihat perspektif dari Pemkot Malang, soal skema, regulasi dan dampak sosial terhadap warga sekitar. Meskipun banyak alternatif jalan tembus untuk perumahan baru yang akan dibangun.
“Kami akan melihat masalah ini secara utuh. Makanya perlu rapat dengan eksekutif, kemudia bisa kami keluarkan surat rekomendasi,” tegas Anas.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arif meminta Pemkot Malang lebih teliti terkait masalah ini karena ditakutkan bisa berdampak panjang.
“Warga menunjukkan peta, ada beberapa opsi jalan alternatif, Jalan Canding Panggung, Jalan Pisang Kipas, yang ujungnya juga sama,” jelas Dito.
Menurutnya, DPRD meminta Pemkot Malang untuk mendengarkan dua pihak, baik pengembang perumahan dan juga warga sekitar yang terdampak akses jalan tembus.
“Jadi jangan sampai (Pemkot Malang) gampang memfasilitasi,” tandasnya.
Ketua RT 4 RW 12 Mojolangu, Sugiharso menyatakan, audiensi diharapkan mendapat dukungan politik dari DPRD Kota Malang. Pihaknya berterima kasih, karena anggota dewan menyambut baik kehadiran warga.
“Disampaikan bahwa Komisi C sepakat menolak jalan tembus dan segera menerbitkan surat rekomendasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Fasum Disulap Jadi Rumah Hunian, Komisi C DPRD Kota Malang Sebut Penegakan Perda PSU di Kota Malang Mandul
Penolakan warga menurut Sugiharso, karena kawasan termasuk padat lalu lintas. Sementara ada jalan Griya Shanta Eksekutif yang paling cocok buat jalan tembus ke perumahan baru yang akan di bangun di area belakang Griya Shanta.
Penolakan juga disampaikan Jusuf Toyyib, Ketua RW 12 Mojolangu. Warga menurutnya mendesak Komisi C DPRD Kota Malang mengeluarkan rekomendasi penolakan jalan tembus dari Griya Shanta.
“Faktor penolakan warga ya banyak. Tidak ada koordinasi dengan warga, dan rumah tempat kami tinggal sudah tenang,” terangnya.
Sebelumnya, Pemkot Malang menggelar pertemuan dengan warga Perum Griya Shanta RW 12 Mojolangu dalam rangka proyek jalan tembus dari Candi Panggung menuju Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), di Ocean Garden, (13/6/2025). Namun warga menilai proyek jalan tembus hanya menguntungkan Perumahan Azelia Urban City yang akan dibangun di kawasan jalan tembus. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








