MALANG, Tugujatim.id – Lawyer Kenamaan Asli Pulau Mandangin Dr Solehoddin somasi Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) dr Dwi Herlinda Lusi Harini, buntut dugaan pernyataan fitnah.
“Ini somasi terbuka untuk Plt Kadinkes KB Sampang untuk mencabut pernyataan yang disampaikan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka paling lambat tujuh kali dua puluh empat jam,” kata pengacara yang juga dosen Universitas Widyagama Malang itu kepada Tugujatim.id, Senin (14/07/2025).
Baca Juga: Rekomendasi 2 Universitas Terbaik di Sampang, Hadirkan Jurusan Unggulan yang Terakreditasi
Somasi ditujukan kepada Plt Kadinkes KB Sampang atas dugaan pernyataan tidak berdasar saat presentasi kasus kesehatan di hadapan Menteri Kesehatan RI di Pendapa Kabupaten Sampang, Selasa pekan lalu (08/07/2025).
Diduga, dr Dwi Herlinda Lusi Harini menyebutkan bahwa Pulau Mandangin di Kabupaten Sampang adalah tempat pembuangan pasien kusta di zaman penjajahan Belanda.

Akibat pernyataan tersebut, sejumlah aktivis di Kabupaten Sampang mengecam Plt Kadinkes KB tersebut. Termasuk, pengacara kenamaan asli Pulau Mandangin Dr Solehoddin yang berkarir sebagai advokat di kancah nasional.
Isu Kusta di Pulau Mandangin Tak Valid
Soleh, sapaan akrabnya, menyebut, isu tersebut memang lama berkembang di masyarakat. Namun menurut dia, tidak pernah ditemukan sumber data valid yang membuktikan kebenaran isu kusta di Pulau Mandangin itu.
“Maka yang disampaikan Plt Kadinkes KB Sampang itu adalah fitnah dan dapat dijerat UU ITE Pasal 266 KUHP karena memberikan keterangan palsu,” tegasnya.

Sebagai pengacara kelahiran Pulau Mandangin tersebut, Soleh merasa perlu menjaga citra penduduk. Bahwa di pulau yang dikenal sebagai Gili Mandangin itu, banyak warga yang berpendidikan tinggi dan bahkan banyak para hafidz Qur’an.
Apalagi, pulau di kawasan selatan Kabupaten Sampang tersebut menjadi primadona wisata nasional. Selama ini, dia mengatakan, banyak wisatawan datang dari berbagai daerah di Indonesia, menikmati keindahan alam dan Pantai Pulau Mandangin. Tentu, menurut dia, citra destinasi wisata yang sudah baik itu perlu dijaga bersama, terutama oleh Pemerintah Kabupaten Sampang.
“Saya asli kelahiran Pulau Mandangin Sampang,” kata doktor lulusan Universitas Brawijaya (UB) tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








