BANYUWANGI, Tugujatim.id – Gunung di Banyuwangi menjadi magnet kuat bagi wisatawan yang mencari petualangan seru dan keindahan alam yang tiada duanya.
Kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini memang dikenal dengan kekayaan bentang alamnya, mulai dari pantai, hutan tropis, hingga pegunungan yang memanjakan mata dan jiwa.
Tak heran jika Banyuwangi dijuluki sebagai “Sunrise of Java”, karena di sinilah matahari terbit pertama kali di Pulau Jawa, menyinari deretan gunung yang berdiri gagah.
Bagi penyuka petualangan di alam bebas, deretan gunung di Banyuwangi bukan hanya tempat mendaki, tapi juga menghadirkan cerita unik di setiap puncaknya.
Ada yang menawarkan api biru langka, kaldera terbesar, hingga padang rumput luas seperti negeri dongeng.
Daftar Gunung di Banyuwangi yang Cocok untuk Pendakian
Berikut ini adalah daftar lengkap gunung-gunung di Banyuwangi, lengkap dengan informasi penting dan pesona yang ditawarkan.
-
Gunung Ijen
Gunung Ijen merupakan ikon wisata paling populer di Banyuwangi. Gunung ini memiliki ketinggian 2.386 mdpl dan terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
Salah satu daya tarik utamanya adalah fenomena alam langka bernama “blue fire” atau api biru, yang hanya bisa ditemukan di dua tempat di dunia: Gunung Ijen dan Islandia.
Fenomena ini muncul dari pembakaran gas belerang yang keluar dari kawah Ijen, menciptakan cahaya biru menyala saat malam hari.

Selain itu, ada danau kawah asam terbesar di dunia dengan warna hijau toska yang cantik banget. Pemandangan sunrise dari puncaknya juga jadi incaran banyak pendaki dan fotografer. Kawasan ini termasuk Taman Wisata Alam Ijen, rumah bagi berbagai flora-fauna langka seperti macan kumbang dan burung endemik.
Titik awal pendakian wisata kawah Ijen Banyuwangi ini dimulai dari Pos Paltuding, yang berfungsi sebagai area parkir, pusat informasi, dan tempat registrasi resmi. Lokasinya sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Banyuwangi, dengan akses jalan mulus beraspal. Jalur pendakiannya sekitar 3 km dan biasanya dimulai pukul 2 dini hari supaya bisa menyaksikan blue fire dan matahari terbit.
-
Gunung Raung
Bagi yang suka tantangan berat, Gunung Raung adalah pilihan yang tepat. Gunung dengan ketinggian 3.344 mdpl ini berdiri megah di perbatasan Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso. Raung dikenal memiliki kaldera kering terbesar kedua di Indonesia, yang menciptakan lanskap dramatis di sekitar kawasannya.

Pendakian Gunung Raung memang bukan untuk sembarang orang. Jalurnya panjang, menanjak tajam, dan sering kali berubah-ubah cuacanya. Namun pemandangan dari atas puncaknya benar-benar spektakuler, cocok untuk pendaki yang mencari sensasi menaklukkan medan ekstrem.
Titik awal pendakian Gunung Raung bervariasi tergantung rute. Salah satu jalur yang populer berasal dari Desa Sumber Wringin (Banyuwangi). Ada juga jalur dari wilayah Bondowoso dan Jember. Akses ke basecamp biasanya membutuhkan kendaraan 4WD karena medan cukup berat dan berbatu.
-
Gunung Ranti
Berada dekat dengan Gunung Ijen, Gunung Ranti menawarkan jalur pendakian alternatif dengan suasana yang lebih tenang. Gunung ini memiliki ketinggian 2.601 mdpl dan cocok untuk pendaki pemula yang ingin merasakan suasana pegunungan tanpa harus menaklukkan medan berat seperti Ijen atau Raung.

Pemandangan sunrise dari Gunung Ranti juga tidak kalah memukau. Dari puncaknya bisa terlihat lanskap kota Banyuwangi yang cantik dari ketinggian. Jalur ini cukup populer untuk trekking santai dan juga jadi favorit para fotografer.
Titik awal pendakian umumnya berasal dari Desa Licin atau desa-desa sekitar kawasan Ijen. Jalurnya lebih ringan, namun tetap menyuguhkan pengalaman mendaki yang menyenangkan.
-
Gunung Gumitir
Gunung Gumitir memiliki ketinggian sekitar 1.000 mdpl dan terletak di perbatasan Jember-Banyuwangi, tepatnya di antara Kecamatan Silo dan Kalibaru. Berbeda dari gunung lain di Jember, Gunung Gumitir lebih dikenal sebagai jalur penghubung utama yang dilalui kendaraan dan kereta api.
Jalur Gumitir tidak memiliki trek pendakian resmi, karena kawasan ini lebih difungsikan sebagai lintasan transportasi ketimbang objek wisata alam. Puncaknya berada di daerah Watu Gudang, yang menyimpan kisah sejarah dan mitos lokal.
Mulai 24 Juli hingga 24 September 2025, jalur ini akan ditutup total untuk proyek perbaikan jalan. Pengendara disarankan untuk menggunakan jalur alternatif seperti Pantura atau melalui Bondowoso.
-
Gunung Suket
Gunung Suket berdiri setinggi 2.950 mdpl dan berada dalam kompleks Pegunungan Ijen. Julukannya yang unik, “Bukit Teletubbies”, muncul karena hamparan padang rumput luas yang mengelilingi puncaknya.
Suasana di Gunung Suket begitu sunyi dan alami. Cocok untuk aktivitas camping atau fotografi alam. Banyak pendaki memilih menginap di puncak gunung ini untuk menikmati malam berbintang serta keindahan sunrise keesokan paginya.
Titik awal pendakian Gunung Suket masih belum resmi, namun biasanya dimulai dari wilayah Banyuwangi atau Bondowoso. Pendakian dilakukan dengan bantuan pemandu lokal karena jalur yang minim penanda dan cukup menantang.
-
Gunung Merapi Ungup-Ungup
Masih berada dalam kawasan Pegunungan Ijen, Gunung Merapi Ungup-Ungup menawarkan jalur pendakian yang relatif mudah.
Ketinggiannya sekitar 1.125 mdpl, membuatnya cocok untuk pendaki pemula atau yang ingin sekadar menjauh dari keramaian kota.
Panorama alam di sekitar gunung ini sangat menenangkan, dengan udara segar dan hutan yang masih alami. Aktivitas favorit di sini antara lain pendakian santai, eksplorasi hutan, hingga sekadar piknik sambil menikmati suasana hening khas pegunungan.
Namun informasi tentang titik awal pendakian gunung ini kurang begitu tersebar luas karena gunung ini berada di kawasan Cagar Alam Ijen dan terkenal dengan kawah bulan sabitnya yang terletak di sebelah timur Kawah Ijen.
-
Kawah Wurung
Berbeda dari gunung lainnya, Kawah Wurung sebenarnya merupakan bukit luas yang menyerupai kawah mati. Terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Kawah Wurung menawarkan pemandangan savana hijau yang membentang sejauh mata memandang.
Kawasan ini cocok untuk wisata keluarga, piknik, dan berburu foto estetik. Jalurnya mudah diakses dengan kendaraan, dan tidak memerlukan keahlian mendaki. Ketika musim hujan, padang rumput di Kawah Wurung berubah menjadi hijau menyala, menciptakan lanskap yang mirip padang Afrika.
Gunung di Banyuwangi: Surga Bagi Pecinta Alam dan Petualang
Gunung di Banyuwangi menawarkan berbagai jenis petualangan, dari pendakian ekstrem di Gunung Raung, keajaiban alam di Gunung Ijen, hingga savana tenang di Kawah Wurung. Masing-masing memiliki karakter unik dan daya tarik tersendiri, menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi lengkap bagi para pencinta alam dan pendaki dari berbagai level pengalaman.
Bagi yang ingin menikmati keindahan alam tanpa harus ke luar negeri, deretan gunung di Banyuwangi bisa menjadi alternatif liburan yang tak kalah seru. Dari jalur yang ringan hingga ekstrem, dari hutan tropis hingga padang rumput luas, semuanya ada di sini. Maka tidak salah jika gunung di Banyuwangi pantas masuk daftar wajib eksplorasi saat menjelajahi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hasna Muna Mufidah (Maximize)
Editor: Dwi Lindawati








