MAGETAN, Tugujatim.id – Pendakian Gunung Lawu jalur Singolangu merupakan pilihan menarik bagi pendaki yang mencari tantangan, sekaligus ingin meresapi nuansa sejarah dan spiritualitas.
Terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, jalur ini tidak hanya menawarkan rute alami yang memukau, tetapi juga membawa pendaki menyusuri jejak peninggalan masa lalu yang diyakini sebagai jalur pelarian terakhir Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit.
Jalur ini kembali dibuka untuk umum sejak Mei 2019, dan sejak saat itu mulai dilirik sebagai alternatif dari jalur Cemoro Sewu yang lebih populer.
Dengan karakter medan yang menanjak-turun dan suasana hutan yang masih sangat alami, pendakian Gunung Lawu jalur Singolangu lebih cocok bagi pendaki berpengalaman yang siap menguji stamina sekaligus menjelajahi sisi sejarah Gunung Lawu yang begitu kental.
Karakteristik Medan Pendakian Gunung Lawu Jalur Singolangu
Pendakian Gunung Lawu jalur Singolangu memiliki karakteristik medan yang menantang. Meski panjang jalur tidak jauh berbeda dengan jalur lain seperti Cemoro Sewu, waktu tempuhnya cenderung lebih lama karena variasi medan berupa tanjakan curam, jalan menurun yang licin, dan hutan lebat.
Salah satu tantangan terbesar di jalur ini adalah bagian bernama Penggik Cahyo, jalur menanjak sepanjang hampir 500 meter dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Rute ini menguras tenaga dan menjadi ujian stamina sebelum mencapai kawasan puncak.
Kondisi jalur yang masih alami menjadikan suasana lebih sejuk dan sunyi. Pendakian di jalur ini akan terasa lebih privat karena belum terlalu ramai dibanding jalur lainnya, cocok bagi yang ingin menyatu dengan alam tanpa gangguan keramaian.
Lokasi dan Akses Menuju Basecamp Singolangu
Basecamp jalur Singolangu berada di Dusun Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Lokasinya cukup dekat dengan Telaga Sarangan, hanya sekitar 3 kilometer jauhnya, dan berada di ketinggian sekitar 1.314 mdpl.
Akses menuju basecamp jalur Singolangu pun sangat mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Dari pusat kota Magetan, perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkutan lokal menuju Telaga Sarangan. Selanjutnya, pendaki bisa berjalan kaki sejauh 1 kilometer ke basecamp Singolangu.
Meski fasilitas di basecamp masih sederhana, tersedia area parkir dan beberapa warung untuk kebutuhan logistik sebelum memulai pendakian.
Rute dan Pos Pendakian Gunung Lawu Jalur Singolangu
Rute pendakian Gunung Lawu jalur Singolangu memiliki panjang sekitar 9 kilometer dengan waktu tempuh berkisar antara 8 hingga 10 jam tergantung kondisi fisik dan cuaca. Terdapat lima pos utama yang akan dilalui, masing-masing memiliki karakteristik tersendiri:
-
Pos 1: Kerun-Kerun
Perjalanan dari basecamp ke Pos 1 memakan waktu sekitar 40 menit. Medan masih relatif landai dan cocok untuk adaptasi awal.
Pendaki akan melewati sumber air alami bernama Sendang Sanggar serta area perkemahan yang dikenal dengan nama Kiteran, yang kerap digunakan sebagai tempat istirahat awal.
-
Pos 2: Banyu Urip
Waktu tempuh dari Pos 1 ke Pos 2 berkisar antara 1 hingga 1,5 jam. Salah satu daya tarik utama di sini adalah Watu Lapak, sebuah batu besar yang dipercaya sebagai peninggalan Prabu Brawijaya V.
Suasana di pos ini masih cukup rimbun, dan tersedia sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi ulang persediaan.
-
Pos 3 Jalur Singolangu
Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 memerlukan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Vegetasi berubah menjadi hutan cemara yang lebat, menciptakan suasana hening dan sejuk. Medan yang dilewati mulai bervariasi dengan tanjakan ringan serta beberapa bagian jalan turun yang cukup licin.
-
Pos 4: Jalur Edelweiss
Waktu tempuh menuju Pos 4 sekitar dua jam dari Pos 3. Salah satu pemandangan paling ikonik di titik ini adalah bunga edelweiss yang tumbuh subur di sepanjang jalur.
Tumbuhan ini menjadi simbol keabadian dalam dunia pendakian dan sering dijumpai di ketinggian tertentu.
-
Pos 5 Jalur Singolangu
Jarak dari Pos 4 ke Pos 5 ditempuh dalam waktu 45 menit. Jalur mulai terbuka dan pemandangan semakin luas, tetapi medan tetap menantang.
Vegetasi di sekitar jalur masih dihiasi edelweiss, menciptakan suasana pendakian yang begitu memikat.
-
Menuju Puncak Gunung Lawu
Dari Pos 5, pendaki harus melanjutkan perjalanan sekitar satu jam untuk mencapai Sendang Drajat, sebuah lokasi spiritual yang dikenal sebagai tempat bermalam para peziarah.
Tak jauh dari sini, terdapat Hargo Dalem, tempat yang sering digunakan untuk mendirikan tenda bagi yang ingin bermalam sebelum melanjutkan ke puncak.
Perjalanan dari Sendang Drajat menuju Hargo Dumilah, puncak Gunung Lawu, membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Di titik ini, panorama pegunungan terbentang luas dengan pemandangan yang spektakuler ke berbagai arah.
Keunggulan Jalur Singolangu Dibanding Jalur Lain
Pendakian Gunung Lawu jalur Singolangu menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki jalur lainnya. Suasananya lebih sunyi dan alami, cocok bagi pendaki yang ingin menikmati keindahan alam tanpa gangguan. Jalur ini juga menyuguhkan hutan lebat dan sabana luas yang eksotis, memberikan pemandangan yang tidak kalah dari jalur pendakian populer lainnya.
Tak hanya itu, jalur Singolangu menghadirkan kesempatan untuk menyelami nilai-nilai budaya dan spiritual Gunung Lawu. Peninggalan sejarah yang ditemukan sepanjang rute menambah dimensi lain dalam pendakian—yakni menyatukan petualangan fisik dengan penelusuran nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hasna Muna Mufidah (Maximize)
Editor: Dwi Lindawati








