JEMBER, Tugujatim.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) Jember mengatakan, hingga kini tidak ditemukan indikasi beras campuran di Wilayah Kabupaten Jember. Penegasan ini menyusul isu beras campuran yang muncul dan menjadi perbincangan hangat di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Ade Saputra, Pimpinan Bulog Jember dalam acara distribusi bantuan pangan di Kebonsari, Kamis (17/7/2025) mengatakan hingga saat ini tidak ada pengaduan maupun temuan mengenai praktik pencampuran beras di wilayah Jember.
“Sampai sekarang kami tidak mendapat informasi atau menemukan praktik pencampuran beras seperti yang terjadi di wilayah lain. Kendati demikian, Tim Satgas Pangan Jember, juga terus mengabari pasokan beras,” ujar Ade.
BACA JUGA: Distribusi Bantuan Beras BPN Dimulai di Wilayah Jember
Menurutnya, beras campuran yang marak beredar dan sempat menjadi sorotan publik itu pun mengacu pada kualitas dengan label premium dan harga yang melebihi dari standar. Praktik semacam itu, dapat merugikan para konsumen.
“Produk beras yang kami distribusikan murni berasal dari Jember, karena kami membeli gabah langsung dari petani setempat dan mengolahnya kembali untuk masyarakat Jember,” tambahnya.
Ade juga menyampaikan pencapaian positif dalam pembelian gabah di Kabupaten Jember tahun 2025. Pada semester awal, realisasi pembelian telah mencapai 133 persen dari rencana semula.
“Syukur alhamdulillah, pembelian gabah kami telah melampaui target yang ditetapkan. Dari rencana 60 ribu ton untuk tahun 2025, di pertengahan tahun ini kami sudah berhasil membeli 79 ribu ton atau mencapai 133 persen,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








