Tugujatim.id – Ini adalah catatan seri kedua dari Mulyono, mitra Tugu Media Group yang juga pensiunan PT Pegadaian. Saat ini, Mulyono sedang melaksanakan umrah bersama biro perjalanan Satriani Wisata melalui program Umrah Plus Masjid Al Aqsho.
Setelah tiba di Hotel Arena Space, sebuah hotel bintang 4 yang nyaman di Pusat Kota Amman, Ibu Kota Kerajaan Hashemite Yordania, kami beristirahat. Besok paginya yakni pada Minggu, 20 Juli 2025, setelah sarapan, rombongan berangkat menuju Pohon Sahabi—pohon bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Nabi Muhammad ﷺ saat masih kecil bersama pamannya, Abu Thalib.
Jarak perjalanan dari hotel ke lokasi pohon ini sekitar dua jam dengan bus melewati hamparan padang pasir Yordania yang luas. Di tengah perjalanan, rombongan berkesempatan singgah sejenak dan berfoto di Al-Umariy, dekat perbatasan menuju Arab Saudi. Jika ke kanan ke arah Arab Saudi, dan jalur kiri menuju Irak. Kami di tempat ini sangat senang karena kami sudah sampai di negara orang nan jauh, bisa berfoto di sebuah perbatasan negara-negara arab.
Kerajaan Hashemite Yordania dan Sejarahnya
Yordania, yang dikenal sebagai The Hashemite Kingdom of Jordan (Kerajaan Al-Hasimiyah), menisbatkan namanya kepada Bani Hasyim, keturunan Nabi Muhammad ﷺ. Penduduknya terkenal ramah tamah, dan banyak cucu-buyut keturunan Bani Hasyim tinggal di negeri ini. Dari total populasi sekitar 12 juta jiwa, sekitar 4 juta berada di Amman.

Negeri ini memiliki sejarah yang erat dengan Islam dan kisah para nabi. Dalam Surat Al-Isra’ ayat 1, Allah menyebut peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Jarak keduanya sekitar 1.500 km, tetapi ditempuh dalam sekejap oleh Buraq, makhluk cahaya, dengan kecepatan yang jauh melampaui hitungan manusia.
Negeri Penuh Berkah dan Sejarah Para Nabi
Allah menyebut negeri Syam (yang mencakup Yordania, Palestina, Suriah, dan Lebanon) sebagai “negeri yang diberkahi”. Di Yordania sendiri terdapat banyak situs bersejarah, di antaranya:
1. Makam 12 nabi dan 17 sahabat Rasulullah ﷺ
2. Gua Ashabul Kahfi
3. Laut Mati, tempat kaum Nabi Luth dihancurkan
4. Makam Nabi Syuaib, Harun, Musa, Yusha bin Nun
5. Makam sahabat Bilal bin Rabah, muadzin Rasulullah ﷺ
6. Sekitar 100 km dari Amman, terdapat makam Abdurrahman bin Auf, sahabat yang sangat kaya namun makamnya sangat sederhana. Menurut riwayat, beliau juga memiliki warisan berupa hotel dan sumur di Madinah.
7. Makam Abu Ubaidah bin Jarrah, sahabat yang dijuluki “Aminul Ummah”
Pohon Sahabi dan Kisah Bukaira Rahib
Pohon Sahabi adalah satu-satunya pohon yang tetap hidup ratusan tahun di tengah gurun. Dahulu, ketika Nabi Muhammad ﷺ berusia 12 tahun, beliau ikut dalam kafilah dagang ke Syam bersama pamannya, Abu Thalib. Saat rombongan singgah, Nabi ﷺ tidak masuk gereja sebagaimana pedagang lainnya, tetapi berteduh di bawah pohon ini.
BACA JUGA: Perjalanan Umrah Plus Penuh Kesan, Berziarah Empat Hari di Yordania, Palestina dan Israel (1)
Seorang rahib bernama Bukaira yang tinggal di gereja memanggil Muhammad untuk masuk karena melihat tanda-tanda kenabian pada beliau. Rahib tersebut kemudian memperingatkan Abu Thalib agar membawa Muhammad kembali ke Makkah karena ada bahaya dari orang Yahudi yang mengetahui tanda kenabian ini. Yahudi enggan menerima agama terakhir, meskipun sudah tertulis dalam kitab mereka bahwa nabi terakhir berasal dari bangsa Arab. Abu Thalib pun segera membawa Muhammad pulang, membatalkan perjalanan ke Palestina dan Lebanon.

Menariknya, pohon ini tetap hijau hingga kini, meski musim berganti dari panas, dingin, semi, hingga gugur. Pohon ini menjadi saksi bisu awal mula tanda kenabian Rasulullah ﷺ.
Di tempat ini kami berfoto-foto sambil mengenang Nabi Muhammad SAW yang waktu itu masih kecil berteduh di pohon ini. Kelak, anak kecil itu menjadi pemimpin ummat dan dinobatkan sebagai orang nomor 1 paling berpengaruh sepanjang massa, oleh Michael Hart, penulis non muslim.
Pohon ini tidak terlalu besar, tapi begitu rindang. Kebetulan, saya bisa berfoto persis di bawah pohon ini, sebuah pohon yang berusia lebih 1.400 dan sangat bersejarah dalam perjalanan Islam.
Sekilas tentang Yordania
Luas wilayah Yordania sekitar 89.000 Km² dengan 88% berupa gurun. Yordania tidak memiliki minyak, sementara ekonomi bertumpu pada;
- Fosfat, menduduki peringkat ke-3 dunia setelah AS & Maroko sebagai Fosfat, bahan pupuk.
- Pertanian di wilayah utara yang subur (kurma, zaitun, sayur, buah),
- Pariwisata religi & Sejarah, seperti Laut Mati yang mengandung 26 jenis mineral yang tak ada di laut lain di dunia.
Penduduk Yordania sekitar 60% keturunan Palestina, dengan wilayah terbagi dalam 12 Provinsi. Pemerintah Yordania menerapkan Monarki Konstitusional sejak 1946, sebelumnya dijajah Inggris (1921). (bersambung).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Pengalaman Perjalanan Ditulis oleh Mulyono, Mitra Tugu Media Group, Pensiunan PT Pegadaian
Editor: Darmadi Sasongko








