Tugujatim.id – Ini adalah catatan ketiga dari Mulyono, mitra Tugu Media Group yang juga pensiunan PT Pegadaian. Saat ini, dia sedang umrah plus Al Aqsha bersama biro perjalanan Satriani Wisata. Berikut catatannya.
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kesempatan luar biasa ini: mengunjungi Gua Ashabul Kahfi dan menunaikan sholat di Masjid Ashabul Kahfi yang berdiri megah di atasnya. Lokasi ini berada di kota Amman, ibu kota Kerajaan Hashemite Yordania—negeri penuh berkah yang disebut dalam Al-Qur’an.
Ketika melangkah ke dalam gua, hati terasa bergetar. Di sinilah tujuh pemuda beriman bersama seekor anjing mereka berlindung dari kekejaman penguasa zalim yang memaksa mereka menyembah selain Allah. Kisah ini diabadikan Allah dalam Surat Al-Kahfi ayat 9–26, agar menjadi pelajaran sepanjang zaman.
Kisah Ashabul Kahfi
Di masa silam, ketika kekufuran merajalela, tujuh pemuda beriman memilih hijrah meninggalkan kekuasaan tiran demi menjaga tauhid. Mereka berkata:
“Rabb kami adalah Tuhan langit dan bumi. Kami sekali-kali tidak akan menyeru Tuhan selain Dia…”
(QS. Al-Kahfi: 14)
Mereka berdoa dengan penuh pengharapan:
“Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi: 10)

Allah mengabulkan doa mereka dengan cara yang luar biasa: menidurkan mereka selama 309 tahun (300 tahun menurut kalender syamsiah + 9 tahun kalender qamariah). Saat terbangun, mereka mendapati dunia sudah berubah—agama tauhid kembali tegak.
BACA JUGA: Melintasi Perbatasan Arab Saudi dan Irak, Mengunjungi Pohon Sahabi Tempat Berteduh Nabi Muhammad SAW (2)
Hikmah dari Ashabul Kahfi
1. Keteguhan iman: Saat fitnah datang, iman menjadi benteng utama.
2. Hijrah demi akidah: Menjaga tauhid lebih berharga daripada dunia dan isinya.
3. Doa adalah senjata mukmin: Mereka memohon rahmat dan petunjuk, lalu Allah lindungi.
4. Keyakinan pada janji Allah: Siapa yang bersandar kepada Allah, pasti mendapat pertolongan.

BACA JUGA: Perjalanan Umrah Plus Penuh Kesan, Berziarah Empat Hari di Yordania, Palestina dan Israel (1)
Rasa Syukur yang Tak Terhingga
Berdiri di dalam gua ini, kita diingatkan bahwa iman itu harus diperjuangkan. Menunaikan sholat di Masjid Ashabul Kahfi menambah kekhusyukan, seolah mengulang jejak para pemuda saleh tersebut. Semoga Allah meneguhkan hati kita seperti Ia meneguhkan hati mereka.
“Barang siapa berada di dalam gua iman, Allah akan menjaganya dari fitnah dunia.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Pengalaman Perjalanan Ditulis oleh Mulyono, Mitra Tugu Media Group, Pensiunan PT Pegadaian
Editor: Darmadi Sasongko








