JEMBER, Tugujatim.id – Rasa haru dan bangga menyelimuti Rizki Kuara, wisudawan asal Aceh Tengah yang menjadi salah satu perwakilan lulusan terbaik pada Wisuda ke-47 Politeknik Negeri Jember (Polije), Sabtu (26/07/2025). Mahasiswa Program Studi Manajemen Agroindustri ini tampil percaya diri menyampaikan pidato mewakili ratusan teman-temannya yang diwisuda hari itu.
“Ya, saya dari Aceh Tengah. Awalnya saya mencari kampus vokasi dan pertanian terbaik. Alhamdulillah, Polije punya jurusan manajemen agroindustri yang belum banyak dimiliki kampus lain dan itu menjadi pilihan terbaik saya sampai saat ini,” ujar Rizki Kuara saat ditemui usai wisuda.
Menurut Rizki Kuara, keberhasilannya menyelesaikan kuliah bukan semata hasil kerja keras pribadi, tetapi juga berkat dukungan penuh dari keluarga dan teman-teman. Selama masa kuliah di Jember, dia mengaku harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang jauh dari tanah kelahirannya. Namun semua itu menjadi proses yang menguatkan mental dan semangatnya.
“Setelah lulus, saya ingin mengaplikasikan ilmu yang saya dapat untuk masyarakat. Sembari mencari dan memilih pekerjaan yang sesuai, saya ingin tetap memberi kebermanfaatan di sekitar saya,” ungkapnya.
Rizki juga menyampaikan terima kasih khusus kepada keluarga, terutama teman-teman da lingkungannya di Jember yang telah menemaninya melewati masa-masa sulit.
“Terima kasih untuk keluarga dan teman-teman, terutama yang di Jember, yang selalu jadi support system saya. Semoga sukses juga untuk semuanya,” imbuhnya.

Menurut Rizki, salah satu alasannya memilih kuliah di Polije karena tertarik dengan program studi manajemen agroindustri yang menjadi salah satu program unggulan. Berfokus pada pengelolaan industri berbasis hasil pertanian secara modern dan berkelanjutan, jurusan ini masih tergolong langka di Indonesia, terutama di tingkat politeknik. Rizki merasa beruntung bisa mendapatkan ilmu praktis sekaligus strategis dari kampus vokasi pertanian terkemuka tersebut.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije Wahyu Kurnia Dewanto SKom MT mengapresiasi atas semangat para mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Salah satunya adalah Rizki Kuara dari Aceh Tengah. Rizki termasuk mahasiswa yang aktif dan berprestasi.
“Kebetulan mahasiswa ini juga aktif berkompetisi di PKM. Dia lolos Pimnas 2 tahun berturut-turut. Dia adalah presiden mahasiswa periode 2024,” jelasnya.

Momen wisuda juga diwarnai pantun unik yang disampaikan Rizki dalam pidatonya. Secara tersirat, Rizki mengisyaratkan keinginannya untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di kampus yang sama di Polije.
Menanggapi hal tersebut, menurut Wahyu, pihaknya membuka ruang bagi lulusan berprestasi seperti Rizki untuk melanjutkan studi.
“Alhamdulillah, Rizki ikut wisuda tahun ini dan menyampaikan keinginannya untuk lanjut S2 lewat pantunnya kepada Pak Direktur. Insyaa Allah hal ini akan kami tindak lanjuti. Kami akan minta yang bersangkutan mengajukan permohonan resmi. Insyaa Allah akan difasilitasi,” ujar Wahyu.
Wisuda ke-47 Polije ini diikuti oleh kurang lebih 610 wisudawan dan wisudawati dari jenjang ahli madya dan sarjana terapan.
Tidak hanya fokus pada pendidikan, Polije juga terus memperkuat kontribusinya dalam program nasional. Wahyu menyebut bahwa tahun ini Polije dipercaya menyukseskan program presiden Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kerja sama dengan Kadin Provinsi Jawa Timur.

“Alhamdulillah, kami mendapat mandat untuk ikut menyukseskan program MBG. Kuotanya sekitar 3.000 hingga 4.000 paket makanan setiap hari yang akan diproduksi di Teaching Factory (Tefa) (Resto) Kemuning Polije,” jelas Wahyu.
Dia mengatakan, Polije sudah terbiasa menangani produksi makanan dalam skala besar, khususnya untuk kebutuhan internal kampus. Dengan pengalaman itu, kampus optimistis dapat menjalankan program nasional ini secara maksimal.
“Kami optimis bisa menjalankan amanah ini. Juga bentuk kontribusi nyata dari kampus vokasi dalam mendukung program presiden dan memberikan manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








