MOJOKERTO, Tugujatim.id – KONI Kabupaten Mojokerto membeberkan hasil evaluasi pasca Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Salah satu dalih atas peringkat yang menurun ketimbang gelaran serupa tahun 2023 lalu adalah masa persiapan yang terbilang mepet. Selain itu, penggunaan rencana anggaran belanja (RAB) pengurus sebelumnya juga tak luput menjadi alasan.
“Masa transisi dari pengurus lama ke pengurus baru, dan masa persiapan untuk Porprov Malang Raya juga mepet. RAB juga dari pengurus lama, belum sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ujar Ketua KONI Kabupaten Mojokerto Imam Suyono, Senin (28/07/2025).
Maka dari itu, tambahan anggaran kini sedang diajukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI Kabupaten Mojokerto. Imam mengatakan bahwa anggaran yang cukup bisa mendongkrak torehan prestasi, utamanya untuk Porprov X di Surabaya.
“Kami sedang ajukan itu, demi kesejahteraan atlet-atlet juga. Ke depan saat Porprov Surabaya kami rencana berangkatkan sekira 500-700 atlet dari seluruh cabor. Idealnya butuh tambahan anggaran untuk itu,” tandasnya.
Imam juga menegaskan pihaknya transparan terhadap penggunaan anggaran. “Kami sangat terbuka, kami cuma ingin amanah. Kami terbuka untuk publik, tidak ada yang kami tutupi,” urainya.
Sementara saat disinggung soal 3 pengurus yang tiba-tiba mundur, Imam mengaku bahwa hal itu menjadi dinamika organisasi. Baginya, tidak ada organisasi yang luput dari dinamika.
“Kami kan tidak meminta, tidak juga menyuruh. Alasan mundur juga macam-macam, mulai tidak bisa fokus, dan lain-lain. Kami memaklumi karena dinamika itu pasti terjadi,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








