MOJOKERTO, Tugujatim.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Muhammad Syafi’i memberi apresiasi atas kuatnya pengembangan pendidikan di pesantren hingga peran aktif Ponpes eLKISI Mojokerto merawat kerukunan dan persatuan umat.
“Kami apresiasi dan gembira atas undangan acara ini,’’ tegas Wamenag Muhammad Syafi’i melalui keterangan yang diterima Tugujatim.id, Selasa (29/07/2025).
Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Tabligh Akbar Ke-12 digelar Pondok Pesantren (Ponpes) eLKISI Mojokerto, Minggu (27/07/2025).
Wamenag mengatakan Ponpes di seluruh Indonesia berjumlah 43.000 lebih dengan jumlah santri mencapai 10 juta orang lebih. Dengan demikian, santri diharapkan menjadi garda terdepan perjuangan umat.
”Sejarah kemerdekaan bangsa ini tidak lepas dari peran penting pesantren. Dan juga bila membahas Islam tidak bisa dipisahkan dari berbagai hal seperti ekonomi, teknologi, pertanian, bahkan sampai pertahanan,” tambahnya.
Wamenag Syafi’i menegaskan keislaman dan kebangsaan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. ”Berbicara tentang kebangsaan, berarti juga berbicara keislaman,” tandasnya.
Terpisah, pengasuh Ponpes eLKISI Mojokerto, Dr KH Fathurrohman menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan berikut jamaah. Fathurrohman menambahkan bahwa ponpes eLKISI terus membuka membuka peluang bagi santri untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
”Sudah ada 127 santri yang sedang menimba ilmu di Al Azhar Mesir. Untuk tahun ini kami mengajukan muadalah dengan Universitas Islam Madinah,” urainya.
Fathurrohman juga menjelaskan sederet program sosial unggulan eLKISI diantaranya telah memperbaiki 30 rumah lewat program bedah rumah. “Program sosial lain yakni pembagian sembako setiap bulan rutin dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak,” urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








