MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Kebidanan bersama Dosen Kebidanan, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. Mahasiswa Kebidanan FK UM mengedukasi warga binaan soal gizi hingga kesehatan mental.
Acara mahasiswa Kebidanan FK UM ini mengusung tema “Edukasi Gizi dan Kesehatan Mental bagi Warga Binaan, Mahasiswa UM Laksanakan Penyuluhan di Lapas Perempuan Malang” pada Rabu, 25 Juni 2025. Ini adalah hasil kolaborasi yang erat antara Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang sebagai mitra pengabdian, yang secara aktif memberikan dukungan dalam perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan penyuluhan. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana edukatif yang aman, nyaman, dan berdampak nyata bagi para peserta.
Tujuan kegiatan mahasiswa Kebidanan FK UM ini untuk meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai pentingnya pola makan bergizi serta menjaga kesehatan mental selama menjalani masa pidana. Materi penyuluhan meliputi panduan konsumsi makanan sehat dengan keterbatasan bahan, serta strategi sederhana untuk mengelola stres dan menjaga keseimbangan emosi.
Penyuluhan dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu ‘NutriCare’ yang membahas pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan warga binaan, serta ‘MindWellness’, yang mengajak peserta mengenali kesehatan mental dan mempraktikkan teknik pengelolaan stres secara sederhana, seperti nafas sadar dan afirmasi positif.
Peserta penyuluhan juga menerima kipas edukatif dan modul edukasi reflektif yang berisi ringkasan materi gizi dan kesehatan mental sebagai media belajar praktis yang bisa dibawa dan dibaca kapan saja. Kegiatan semakin bermakna dengan adanya sesi refleksi diri, di mana peserta diajak menulis dan merenungkan pengalaman atau harapan mereka, serta ruang tanya jawab terbuka yang hangat dan suportif.
Sebelum kegiatan ditutup, peserta diajak praktik yoga ringan bersama instruktur yang telah dikonfirmasi sebelumnya, sebagai cara untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Suasana menjadi lebih rileks dan penuh empati, menciptakan pengalaman edukatif yang tidak hanya informatif tetapi juga menyentuh secara emosional.

Program ini dipelopori Ketua Tim Pengabdian Tiqi Liana Putri bersama dosen pembimbing Nina Rini Suprobo SKeb Bd MKeb dan mahasiswa kebidanan lainnya: Nur Afifah Distiani, Marsya Zaliyanti, dan Nabilla Ayu Tita Ramadhani. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan koordinasi intensif bersama petugas lapas untuk menjaga kenyamanan dan keamanan peserta.
Pelaksanaan program edukasi kesehatan untuk warga binaan perempuan bertujuan sebagai upaya mendukung pemulihan mereka secara menyeluruh, baik secara fisik maupun mental. Program ini difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang dan kesehatan mental, dua aspek krusial yang kerap terabaikan pada kelompok rentan seperti warga binaan perempuan yang rawan mengalami tekanan emosional dan trauma.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 3 dan 5, yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 5: Kesetaraan Gender. Dukungan terhadap SDG 3 diwujudkan melalui pemberian edukasi mengenai gizi seimbang dan kesehatan mental, yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan fisik dan psikologis warga binaan. Sementara itu, dukungan terhadap SDG 5 tercermin dalam pemberian akses informasi dan edukasi kesehatan yang inklusif, setara, dan responsif gender bagi perempuan di lingkungan pemasyarakatan — kelompok yang sering kali terpinggirkan dalam layanan kesehatan konvensional.
Kegiatan penyuluhan ini mendapat respons yang sangat positif dari warga binaan pemasyarakatan (WBP). Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti materi seputar gizi seimbang dan kesehatan mental di lingkungan lapas.
Dalam sesi tanya jawab, WBP aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai kebutuhan gizi, pengelolaan stres, serta cara menjaga kesehatan diri dalam situasi terbatas. Hal ini menunjukkan adanya kepedulian yang kuat terhadap kesejahteraan fisik dan psikis mereka.
Mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Malang yang terlibat dalam kegiatan ini berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi WBP, baik dalam peningkatan pengetahuan maupun pembentukan pola hidup sehat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberi manfaat berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat dan suportif. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








