JEMBER, Tugujatim.id – Penutupan jalur Gumitir untuk perbaikan jalan nasional berdampak signifikan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG ke wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur bagian timur. Hambatan distribusi BBM ke Jember ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Menurut Rahedi, distribusi energi untuk wilayah Tapal Kuda selama ini bersumber dari Terminal Utama Tanjung Wangi, Banyuwangi, yang berlokasi dekat Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. Dengan adanya penutupan jalur Gumitir, rute distribusi kini harus dialihkan melalui jalur alternatif Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso-Jember.
Baca Juga: SE Darurat Bupati Jember: Siswa Belajar Daring, Pegawai WFH selama BBM Langka
“Penutupan alur jalur Gumitir tentunya akan memengaruhi dampak terhadap jarak tempuh dan juga waktu tempuh pengiriman energi dari Tanjung Wangi ke daerah di sekitar Tapal Kuda termasuk Jember dan Bondowoso,” ujar Rahedi dikutip Tugujatim.id pada Selasa (29/07/2025).
Dampak paling terasa adalah peningkatan waktu tempuh yang sangat signifikan. Jika sebelumnya pengiriman dari Tanjung Wangi ke Jember hanya membutuhkan waktu 4 jam, kini dibutuhkan hampir 11 jam untuk rute yang sama.
Tantangan tambahan muncul karena beberapa ruas jalan alternatif tidak dapat dilintasi mobil tangki berukuran besar sehingga hanya bisa dilalui kendaraan dengan kapasitas maksimal 24 KL. Selain itu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk yang diperketat pasca kecelakaan kapal penumpang turut memperparah situasi.
Untuk mengatasi kendala ini, Pertamina mengambil beberapa langkah strategis, seperti diversifikasi Sumber Pasokan Selain mengandalkan Terminal Tanjung Wangi, Pertamina kini juga mengirimkan pasokan dari Surabaya, Malang, Tuban, dan Madiun untuk meningkatkan frekuensi pengiriman ke wilayah Bondowoso dan Jember.

Penambahan armada Pertamina telah mengalihkan 79 mobil tangki berkapasitas 16 dan 24 KL untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Jember dan sekitarnya sejak awal penutupan jalur Gumitir.
Koordinasi dengan Aparat Perusahaan melakukan koordinasi aktif dengan Korlantas Polda Jatim dan Polres/Polresta di setiap wilayah untuk mendapat prioritas melintas bagi mobil tangki di titik-titik rawan kemacetan.
Rahedi menyebutkan, ada 41 SPBU di wilayah Jember dan 8 SPBU di Bondowoso yang terdampak situasi ini. Pertamina terus memantau ketersediaan stok di stasiun-stasiun tersebut.
Kepada masyarakat, Pertamina mengimbau agar mengisi penuh tangki kendaraan sebelum memasuki wilayah Bondowoso, Jember, dan Situbondo. Selain itu, masyarakat dianjurkan tidak membeli BBM melebihi kebutuhan wajar, tetap tenang dan tidak panik.
Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 untuk menyampaikan keluhan, saran, atau memperoleh informasi terkait ketersediaan BBM dan produk Pertamina lainnya.
“Kami harapkan masyarakat juga tetap bersabar, tidak membeli di luar kewajaran atau kebutuhan, tidak perlu panik karena memang kami sedang mengupayakan antisipasi dan solusi,” pungkas Rahedi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








