JEMBER, Tugujatim.id – Setelah mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan minyak (SPBU), Kabupaten Jember kembali normal. Bahkan, Jember jadi tercepat atasi krisis BBM.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pihaknya berhasil mengatasi kelangkaan dalam waktu empat hari, menjadikannya kabupaten dengan penanganan krisis BBM tercepat se-Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (01/08/2025), Bupati Fawait menjelaskan bahwa krisis BBM yang melanda Jember dimulai sejak akhir pekan lalu, di mana masyarakat harus mengantre panjang di SPBU-SPBU mulai Sabtu (26/07/2025) hingga Selasa (29/07/2025).
Baca Juga: Gubernur Khofifah: Faktor Dominan Krisis BBM di Jember Karena Cuaca
“Terakhir ini mengalami kelangkaan BBM, atau kalau saya mengutip bahasa dari Pertamina sempat ada krisis BBM. Masyarakat Jember mengantre untuk mengisi BBM,” kata Bupati Fawait.
Keberhasilan mengatasi krisis ini, menurut bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, tidak lepas dari koordinasi solid antara Pemerintah Kabupaten Jember, Pertamina, Hiswana Migas, dan berbagai pihak terkait. Terpenting, dia mengatakan, semua pihak tidak saling lempar tanggung jawab.
“Kita bekerja sama bahkan para OPD terutama dinas perhubungan, disperindag dan juga satpol-PP dan juga TNI-Polri yang sudah mungkin tidurnya kurang. Bahkan cukup 2-3 jam semalam untuk memastikan bahwa kondisi kembali normal,” ungkap Fawait.
Baca Juga: Tinjau Pangan dan BBM di Jember, Gubernur Khofifah: Harga Cabai Turun, Stok Aman
Bupati mengaku bahwa penanganan krisis BBM selama seminggu terakhir menguras tenaga yang luar biasa dari seluruh jajarannya.
Sementara itu, Sales Brand Manager Pertamina Area Jember Hendra Saputra P yang hadir dalam konferensi pers menyatakan bahwa mulai 1 Agustus, seluruh 40 SPBU di wilayah Kabupaten Jember telah dipastikan tersedia BBM.
“Per hari ini 1 Agustus, kami telah menyelesaikan, mengirimkan semua stok yang ada di SPBU. Jadi, kami menjamin, memastikan mulai hari ini sampai ke depannya SPBU, seluruh SPBU 40 SPBU tersedia BBM,” kata Hendra.
Meski krisis telah teratasi, Bupati Fawait mengingatkan bahwa koordinasi intensif tetap diperlukan selama pembangunan jalan penghubung Banyuwangi-Jember belum selesai dalam beberapa bulan ke depan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








