JEMBER, Tugujatim.id – Setelah mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) selama empat hari terakhir, Kabupaten Jember kini telah kembali normal. Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait mengumumkan pencabutan surat edaran (SE) work from home (WFH) dan pembelajaran daring yang diberlakukan selama masa krisis.
Dalam konferensi pers yang digelar di Wisata Alam Rembangan, Jumat (01/08/2025), Gus Fawait menyampaikan bahwa penanganan krisis BBM di Jember merupakan yang tercepat se-Indonesia.
“Statement dari Pertamina dan beberapa kawan-kawan, akhirnya Jember hari ini menjadi kabupaten dengan penanganan krisis BBM tercepat di seluruh Indonesia,” ujar Bupati Gus Fawait.
Baca Juga: Jember Tercepat di Indonesia Atasi Krisis BBM, Bupati Fawait: 4 Hari Kembali Normal
Krisis BBM yang dimulai sejak Sabtu lalu menyebabkan antrean panjang di seluruh SPBU Jember. Masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar, kondisi yang menurut Gus Fawait tidak boleh terulang kembali.
Keberhasilan mengatasi krisis ini tidak lepas dari koordinasi secara intensif antara Pemerintah Kabupaten Jember, Pertamina, hingga TNI-Polri.
“Kami bekerja sama, para OPD terutama dinas perhubungan, disperindag, satpol-PP, dan TNI-Polri yang mungkin tidurnya kurang, bahkan cukup 2-3 jam semalam,” ungkap Gus Fawait.
Bupati Apresiasi Semua Pihak Saling Koordinasi
Bupati juga mengapresiasi semua pihak yang tidak saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab. Koordinasi dilakukan secara intensif selama seminggu penuh untuk memastikan kondisi kembali normal.
Dengan kondisi yang telah stabil, Gus Fawait mengumumkan pencabutan kebijakan darurat yang diberlakukan selama krisis.
“Mulai hari Senin, WFH dan pembelajaran secara online kami kembalikan pembelajaran tetap di sekolah-sekolah dan masuk kantor seperti sedia kala,” kata Gus Fawait.
Meski krisis telah teratasi, dia mengingatkan perlunya koordinasi yang lebih intensif ke depan. Hal ini mengingat jalan penghubung antara Banyuwangi dan Jember masih dalam tahap perbaikan yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan.
“Selama jalan yang menghubungkan antara Banyuwangi dan Jember ini belum selesai, kami harus berkoordinasi lebih intens untuk memastikan stok akan tetap aman,” ujar bupati yang dikenal dengan sapaan Gus Fawait ini. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








