JEMBER, Tugujatim.id – Buntut beredarnya isu terkait kualitas dan berat beras yang kurang takaran beredar di pasaran, Kepala Bulog Jember Muhammad Ade Saputra beri klarifikasi. Rumor miring terkait kualitas beras itu mencuat untuk kali pertama di Pasar Tanggul.
Menurut Muhammad Ade Saputra, tuduhan tersebut tidak berdasar karena Bulog Jember belum memasuki wilayah distribusi beras ke Tanggul.
Baca Juga: Pemkab Jember-Bulog Luncurkan Program Bantuan Beras Periode 2, Sasar 213 Ribu Keluarga
“Sementara yang beras yang beredar di Pasar Tanggul itu yang katanya pasar manisan menyatakan kalau kualitas berasnya jelek terus timbangannya kurang itu tidak benar,” tegas Muhammad Ade Saputra dalam wawancara, Kamis (07/08/2025).
Hingga saat ini, pihaknya baru menyelesaikan proses verifikasi bersama dinas perindustrian dan perdagangan (perindag) di tiga pasar, yang meliputi Pasar Tanjung, Pasar Kreongan, dan Pasar Mangli.
“Bulog belum sampai hari ini belum masuk ke wilayah Tanggul. Kami hari ini baru selesai memverifikasi dan memvalidasi dengan dinas perindag,” jelasnya.
Rencana Perluasan Verifikasi
Dia menegaskan, Bulog Jember akan memperluas area verifikasi dengan meminta data dari masing-masing dinas pasar. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kualitas distribusi beras dan mendata pedagang yang akan dijadikan mitra penyalur.
“Selebihnya nanti kami akan meminta data dari masing-masing dinas pasar untuk kami verifikasi dan mendata pedagang yang kami minta menyalurkan sebagai mitra penyalur stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP),” ungkapnya.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait kualitas beras yang didistribusikan Bulog di wilayah Jember, khususnya di Pasar Tanggul yang belum menjadi area operasional Bulog Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








