MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang mengevaluasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kota Pendidikan ini. Hal ini agar pelaksanaan program strategis nasional tersebut bisa berjalan optimal di Kota Malang.
Kepala OPD terkait mulai dari dinsos-P3AP2KB, disdikbud, dinkes, BKAD, hingga DPUPR-PKP Kota Malang dihadirkan dalam rapat koordinasi evaluasi yang digelar di gedung DPRD Kota Malang, Selasa (19/08/2025).
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan, rapat evaluasi ini sekaligus untuk melihat seberapa jauh progres program strategis nasional yang telah diterapkan. Dia melihat minimnya kewenangan pemerintah daerah yang membuat OPD tidak leluasa untuk bergerak lebih jauh dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Namun, dia tetap mendorong Pemkot Malang untuk bergerak seoptimal mungkin sesuai kewenangannya.
“Misalnya yang soal minta dibuatkan pagar keamanan (ke Kementerian PU) nggak bisa, ya sudah pemda berlakukan sistem jaga saja. Ini kan supaya anak-anak aman di dalam, kan tempatnya luas banget,” ucapnya.
Baca Juga: HUT Ke-80 RI, Ketua DPRD Kota Malang Ingatkan Tidak Perlu Buat Kebijakan Tak Penting
Amithya mengatakan, siswa Sekolah Rakyat tentunya juga memerlukan proses adaptasi atau pembiasaan diri di lingkungan baru. Mengingat, siswa Sekolah Rakyat harus tinggal di asrama selama menjalani pendidikan.
“Ini kan masih awal, ada perbedaan aktivitas dan rutinitas baik siswa maupun keluarga. Maka di masa transisi ini perlu penyesuaian. Hal inilah yang kami harapkan bisa ditangkap oleh Pemkot Malang. Sehingga bagaimana caranya meskipun orang tua di luar tetapi masih bisa memberikan dukungan secara emosional kepada anak,” sambungnya.

Amithya juga menyoroti minimnya fasilitas kesehatan di Sekolah Rakyat. Dia memandang, Sekolah Rakyat perlu disediakan mobil untuk mengantarkan siswa yang sakit agar bisa segera mendapat penanganan medis di rumah sakit.
“Saat ini di Sekolah Rakyat cuma ada sepeda motor. Ini perlu kami pikirkan. Sementara sekarang Kota Malang suhunya sedang dingin. Ambulans Kota Malang kan banyak, bolehlah disiagakan 1 di sana,” tuturnya.
DPRD Berharap Sekolah Rakyat Hasilkan Siswa Berkualitas
Di sisi lain, terkait pemenuhan tenaga pendidik hingga wali asuh di Sekolah Rakyat, Amithya menyebutkan, bahwa semua sudah on progres untuk pemenuhannya meski diakui masih belum semua terpenuhi.
Dia berharap Sekolah Rakyat benar-benar menghasilkan siswa berkualitas. Dia juga mengakui program Sekolah Rakyat ini cukup strategis dan perlu menjadi atensi tanpa mengabaikan kelancaran program pendidikan lain di Kota Malang.

Menurut dia, fasilitas yang disiapkan untuk siswa Sekolah Rakyat juga cukup baik. Misalnya saja soal biaya hidup pendidikan, per siswa dianggarkan sebesar Rp48,5 juta per tahun.
“Saya kira angka ini sudah luar biasa. Sebenarnya program ini kan bagus banget, makanya kami harus dukung agar semakin baik,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








