JEMBER, Tugujatim.id – Sejumlah pemilik lahan pertanian dari Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, menyuarakan keprihatinan mereka terkait gangguan hama pengerat yang merusak tanaman padi. Aspirasi itu disampaikan para petani soal serangan tikus saat reses masa sidang kedua tahun 2025 bersama Ketua DPRD Jember Ahmad Halim pada Minggu (31/08/2025).
Salah satu pengolah sawah, Ahmad Amin, menjelaskan, meskipun kondisi pasokan pupuk dan nilai jual padi kini relatif menguntungkan, namun serangan tikus sawah menjadi tantangan utama yang mengancam produktivitas lahan mereka.
Baca Juga: Gus Fawait Serahkan 52 Unit Alsintan, Targetkan Jember Kembali Jadi Penghasil Padi Terbesar di Jatim
Menurut dia, berbagai upaya pengendalian telah diterapkan namun belum membuahkan hasil optimal, sehingga para penggarap lahan merasa putus asa dalam menghadapi permasalahan ini. Selain itu, Ahmad Amin juga mengkritik kurangnya intensitas bimbingan dari tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang seharusnya memberikan arahan teknis kepada para petani secara rutin.
“Kami mengharapkan Bapak Pimpinan Dewan dapat mengadvokasi permasalahan ini kepada instansi terkait. Sebab, jika kondisi ini berlanjut, hasil panen kami terancam mengalami kegagalan total,” ungkapnya.
Di sisi lain, seorang cultivator bernama Andi dari wilayah Kelurahan Tegal Besar turut menyampaikan aspirasi terkait perlunya pembenahan sistem pengairan untuk area pertanian di kawasan urban.
Dia menilai bahwa pembangunan kompleks perumahan yang masif telah berdampak pada tersumbatnya jalur distribusi air irigasi menuju lahan pertanian.
DPRD Desak Penyuluh Intensifkan Program Pendampingan
Andi juga mempertanyakan efektivitas kepemimpinan organisasi petani setempat, di mana para pengurus justru tidak memiliki pengalaman langsung dalam mengelola sawah.
“Sangat kontradiktif ketika pemimpin kelompok tani di area perkotaan ini tidak memahami realitas lapangan karena mereka sendiri bukan praktisi pertanian,” kritik Andi.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ahmad Halim menyatakan komitmennya untuk meneruskan aspirasi masyarakat kepada dinas pertanian dan instansi teknis lainnya.
“Kami akan mengomunikasikan hal ini kepada dinas pertanian dan mendesak agar tenaga penyuluh lapangan dapat mengintensifkan program pendampingan,” tegas Halim.
Dalam kesempatan yang sama, Halim juga mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga keharmonisan sosial dan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat di media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








