MALANG, Tugujatim.id – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengadakan Pelepasan dan Sumpah Profesi Calon Guru 2025 di Auditorium Muktikultural, Rabu (03/09/2025). Sebanyak 132 calon guru Unikama dari fakultas ilmu pendidikan (FIK) ini ikut prosesi dengan khidmat dan penuh antusias.
Rektor Unikama Dr Sudi Dul Aji MSi dalam sambutannya berpesan kepada para calon guru agar mereka terus belajar dan bekerja dengan hati.
Baca Juga: Bangga! Unikama Jadi Satu dari 139 Perguruan Tinggi Dipercaya Penyelenggara PPG
Dr Sudi Dul Aji MSi juga menyampaikan, jalan pengabdian mulia melalui pendidikan profesi guru. Tidak sekadar menimba ilmu, dia mengatakan, ini sebagai langkah awal perjalanan sebagai guru profesional.
“Guru bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan jiwa yang menuntut keikhlasan, keteladanan, dan kemampuan membentuk generasi bangsa yang lebih baik,” ucapnya.

Menurut dia, pelepasan dan sumpah profesi calon guru Unikama ini awal perjalanan panjang untuk mengabdikan sebagai tenaga pendidikan. Dia berpesan kepada para calon guru dari FIK Unikama untuk senantiasa terus belajar dan bekerja dengan hati.
“Teruslah belajar karena tantangan ke depan dunia terus bergerak. Teknologi, kurikulum, hingga pola pikir masyarakat terus berkembang. Guru harus terus belajar dan tidak berhenti berinovasi. Jadilah guru yang senantiasa bekerja dengan hati. Guru juga memiliki keteladanan untuk generasi bangsa,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, guru hebat itu yang mampu mengajar dengan hati dan mampu mencetak generasi berkarakter. Dia juga meminta para calon guru Unikama agar meningkatkan pengalamannya.
Bagi dia, calon guru Unikama memiliki kompetensi mumpuni. Bahkan, dia menjelaskan, juga dibekali ilmu untuk bisa menulis jurnal hingga karya ilmiah. Menurut dia, ini salah satu pembeda bagi calon guru dari Unikama.
Calon Guru Unikama Dibekali Kompetensi Mumpuni
Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Ilmu Pendikan Unikama Dr Triwahyuningtyas SSi MPd menjelaskan, para calon guru ini telah menjalani pendidikan profesi guru, ujian kompetensi, hingga ujian kinerja.
Dia melanjutkan, mereka juga telah dibekali kompetensi dan ilmu untuk bisa menulis jurnal ilmiah. Bahkan juga telah mengabdi kepada masyarakat.
“Terus kembangkan ilmu pengetahuan dan jaga integritas sebagai guru Indonesia,” pesannya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








