MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang merekomendasikan agar Pemerintah Kota Malang memperkuat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang di tahun 2025 ini. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna agenda pandangan umum Fraksi DPRD Kota Malang terhadap Ranperda Perubahan APBD 2025 di gedung DPRD Kota Malang pada Kamis (4/9/2025).
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyampaikan bahwa opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKN) menjadi salah satu potensi terbesar penyumbang PAD Kota Malang di tahun 2025 ini.
Namun pihaknya merekomendasikan Pemkot Malang untuk mengoptimalisasikan sektor sektor pajak lain untuk mendompleng PAD Kota Malang. Ia memandang banyak potensi PAD di berbagai sektor.
“Sementara ini, yang tertinggi masih opsen. Jadi saya kira untuk sektor sektor lain masih perlu digenjot lagi untuk mengoptimalkan PAD,” ucapnya.
BACA JUGA: DPRD Kota Malang Terapkan Efisiensi Hingga 50,1 Persen, Tunjangan Berkurang
Menurutnya, DPRD Kota Malang akan terus mengawal kinerja Pemkot Malang, terutama pada optimalisasi potensi PAD yang telah ditetapkan targetnya.
“Ini sudah di akhir triwulan ketiga, kami akan lihat sejauh apa progresnya. Tercapai atau tidak, lalu upaya apa yang perlu diperkuat,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan jawaban terkait optimalisasi PAD Kota Malang secara resmi dalam rapat paripurna selanjutnya.
BACA JUGA: Bahas APBD Perubahan, DPRD Kota Malang Soroti Belanja Pegawai Pemkot Malang
Secara garis besar, Wahyu memprediksi bahwa realisasi PAD Kota Malang tahun 2025 ini akan naik. Ia juga mengakui berbagai sektor cukup potensial untuk bisa menggenjot PAD Kota Malang.
“PAD kami prediski naik, terutama dalam sumber pendapatan dari pajak dan retribusi. Kemudian sektor lain,” urainya.
“Dalam optimalisasi PAD sektor retribusi parkir, kami juga sudah ada Perdanya. Tinggal diterapkan saja,” imbuhnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko






