JEMBER, Tugujatim.id – Suasana haru bercampur bahagia terpancar di fasilitas kesehatan RSD dr Soebandi Jember, Jumat (5/9/2025). Nur Siti (38) tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya ketika petugas medis melakukan pengukuran pada ekstremitas bawah sebelah kiri. Ia akhirnya menemukan secercah harapan yang telah lama dinanti, yaitu kemampuan untuk bergerak mandiri melalui bantuan prosthesis kaki (Kaki Tiruan).
“Syukur alhamdulillah, sekarang bisa beraktivitas seperti orang normal,” ungkap Warga Kecamatan Tanggul ini dengan nada terharu sambil mengelap pelupuk mata, saat ditemui sore hari itu.
Sepanjang hidupnya, wanita ini tidak pernah merasakan sensasi berjalan dengan kedua kaki. Sejak masa bayi, alat bantu jalan berupa tongkat telah menjadi sahabat setianya.
“Dari kecil sudah terbiasa dengan tongkat. Bahkan waktu belajar melangkah juga menggunakannya,” jelasnya.
BACA JUGA: Doa Ibu Iringi Perjalanan ke Jakarta, Sempat Bingung Pilih Pintu Masuk Stasiun Malang (1)
Kondisi fisik yang tidak sempurna ini membatasi mobilitas hariannya, namun semangat hidupnya tidak pernah surut. Ia memilih untuk mengasah kemampuan di bidang tata busana, meskipun selalu menghadapi kendala dalam perpindahan lokasi.
“Aktivitas bekerja menjadi rumit karena harus selalu membawa tongkat ke mana pun pergi,” jelasnya.
Informasi mengenai program bantuan prosthesis kaki sebenarnya sudah diketahuinya sejak lama. Namun, beberapa kali proses pendataan yang dilakukan itu, selalu berujung tanpa ada kelanjutan konkret.
“Berulang kali ikut pendataan, tetapi tidak ada kabar selanjutnya. Sampai enggan untuk memperbanyak dokumen identitas,” tuturnya.
Momentum baru hadir ketika ada registrasi melalui platform Wadul Gus’e. Dari berbagai calon penerima, dialah yang terpilih. Menurutnya, di wilayah Tanggul banyak yang mendaftar, namun hanya satu orang yang berhasil. “Alhamdulillah rezeki saya,” katanya sambil tersenyum bahagia.
Pengalaman menggunakan kaki prosthesis sebenarnya bukan hal baru baginya. Pada masa lampau, saudara-saudaranya pernah mengumpulkan dana untuk membelikan perangkat serupa. Sayangnya, kualitas produk tersebut kurang memadai dan mudah mengalami kerusakan.
“Pernah mendapat kaki tiruan sebelumnya, tetapi tidak tahan lama. Yang sekarang jauh lebih berkualitas,” paparnya.
BACA JUGA: Pemkab Mojokerto Janjikan Kenaikan Dana Hibah untuk Atlet Difabel
Dengan dukungan dari pihak pemerintah, Nur Siti merasa mendapat kesempatan hidup yang baru dan itu dinilai sangat membantunya sebagai tukang jahit. Dengan prostesis ini, aktivitasnya semakin dipermudah dan menjadi lebih lancar.
Meskipun hidup dengan berbagai keterbatasan, ia menyimpan cita-cita sederhana yakni mendirikan usaha jahit-menjahit di kediaman. Namun, rasa kurang percaya diri kerap menjadi penghalang.
“Dulu ingin membuka usaha sendiri, tetapi tidak ada keberanian. Perasaan malu selalu menghalangi,” ungkapnya pelan.
Dengan perangkat prostesis yang baru, tingkat kepercayaan dirinya meningkat signifikan. “Yang utama sekarang dapat beraktivitas normal. Mudah-mudahan ke depan bisa merealisasikan usaha mandiri,” katanya dengan penuh optimisme.
Nur Siti termasuk dalam kelompok puluhan penduduk Jember dan wilayah sekitar yang merasakan manfaat program bantuan prosthesis kaki tahun ini.
Inisiatif tersebut menargetkan 42 penerima manfaat, dengan seluruh tahapan pengukuran dilaksanakan di RSD dr Soebandi. Di tengah antrian pasien lainnya, wanita ini meneteskan air mata kebahagiaan. Baginya, prosthesis kaki bukan hanya sebuah alat medis, melainkan representasi peluang hidup yang baru.
“Ini bukan sekadar kaki tiruan, tetapi jalan menuju masa depan yang lebih baik,” tugasnya dengan penuh keyakinan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








