KOTA MALANG, Tugujatim.id – Permasalahan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, kini mendapat solusi inovatif, khususnya untuk warga Kelurahan Kotalama, Kota Malang. Warga diajak memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi produk eco-enzym.
Program Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Dr. Yayuk Mulyati, S.Si, S.Pd, M.Si., Dosen Departemen Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang (UM) memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK RW 09 Kelurahan Kotalama, Kota Malang. Mereka dilatih memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi produk eco-enzym yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
“Tak hanya materi, warga juga dibekali modul panduan, brosur dan akses marketplace Shopee yang siap digunakan untuk menjual produk mereka,” tegas Dr. Yayuk Mulyati, S.Si, S.Pd, M.Si., Rabu (09/09/2025).
Kata Yayuk, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Malang pada 2021 mencapai 844.933 jiwa. Pertumbuhan ini berdampak langsung pada peningkatan timbunan sampah. Di Kotalama sendiri, rata-rata sampah yang dihasilkan mencapai 275 ribu kilogram per bulan.

Ironisnya, sebagian sampah di kawasan tersebut masih dibuang ke sungai, sehingga berpotensi menimbulkan banjir dan pencemaran lingkungan.
Menjawab tantangan itu, Tim pengabdian masyarakat menggelar pelatihan selama dua hari bersama 22 perwakilan ibu-ibu PKK RW 09. Pada hari pertama, Rabu (14/8/2025), peserta mendapatkan sosialisasi sekaligus praktik langsung pembuatan eco-enzym dari sampah organik. Sementara di hari kedua, Kamis (15/8/2025), kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan marketing, branding, hingga legalitas usaha untuk mendukung pemasaran produk.
BACA JUGA: UM Hadirkan Peneliti Jepang dan Malaysia Bicara Lingkungan Berkelanjutan dan Manajemen Bencana
Antusiasme para peserta cukup tinggi, bahkan sebagian warga sudah mulai memproduksi eco-enzym yang disimpan di balai RW untuk dikelola bersama.
Produk eco-enzym ini selain bermanfaat sebagai pembersih alami rumah tangga, juga memiliki potensi besar untuk dipasarkan sebagai produk ramah lingkungan. Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

“Lewat eco-enzym, kami bukan hanya membantu menjaga lingkungan, tapi juga menambah penghasilan keluarga kedepannya,” ungkap salah satu peserta pelatihan.
Dengan keberhasilan ini, Kelurahan Kotalama ikut berkontribusi mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fajrus Shidiq
Editor: Darmadi Sasongko








