JEMBER, Tugujatim.id – Menjelang acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Jember, pihak dinas perhubungan (dishub) berkolaborasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres setempat menerapkan rekayasa lalu lintas untuk strategi pengaturan transportasi.
Langkah utama rekayasa lalu lintas yang diambil adalah penerapan jalur searah yang akan mulai berlaku pada Sabtu (13/09/2025) mulai pukul 16.00 WIB.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jember Dian Eka Tauristiana mengatakan, aturan searah ini mencakup rute dari persimpangan Ajung sampai persimpangan Gledak Pakem dengan arah pergerakan kendaraan hanya diizinkan dari sisi barat menuju timur.
Baca Juga: Puasa Makan Pedas dan Es Jadi Rahasia Peserta MTQ XXXI Jatim 2025 di Kabupaten Jember
“Pengendara yang hendak melewati jalur sebaliknya, yaitu dari timur ke barat, perlu mencari rute alternatif untuk menghindari perjalanan yang memutar,” terang Dian pada Jumat sore (12/09/2025).
Langkah tambahan yang diterapkan mencakup pembatasan area parkir di sepanjang Jalan MH Thamrin, dimana kendaraan hanya dapat diparkir pada satu sisi jalan sesuai petunjuk petugas lapangan.
Sebagai antisipasi membeludaknya jumlah kendaraan, pihak dishub telah mempersiapkan beberapa zona parkir tambahan di lokasi internal dan eksternal.
“Area parkir tambahan tersedia di lahan milik PTP, zona di belakang JSG, kompleks Polsek Ajung, serta pekarangan rumah penduduk di sekitar lokasi,” paparnya.
Dian juga memberikan penekanan khusus terkait penetapan biaya parkir yang harus sesuai standar resmi.
“Atas instruksi bupati, tarif parkir harus tetap mengikuti ketentuan normal yaitu Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp4.000 untuk mobil. Hal ini penting agar tidak memberikan kesan negatif kepada pengunjung dari luar daerah Jember,” jelasnya.
Dishub Kerahkan 110 Personel
Guna memastikan kelancaran acara, dishub mengoperasikan 50 petugas parkir, 10 supervisor parkir, dan 45 staf dari divisi lalu lintas. Bila ditambah dengan personel internal lainnya, total tenaga yang dikerahkan dishub mencapai 100-110 orang.
Kekuatan ini akan didukung pula oleh tim gabungan dari pihak kepolisian. Dian menyarankan agar masyarakat tiba di lokasi sebelum pemberlakuan sistem searah.
“Disarankan untuk hadir sebelum pukul 16.00 agar mendapatkan tempat parkir yang memadai. Selain itu, lebih efektif jika datang secara berkelompok menggunakan kendaraan berkapasitas besar supaya pengaturan lalu lintas menjadi lebih terkendali,” sarannya.
Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan waktu keberangkatan dan pemilihan rute agar tidak terjadi penumpukan di persimpangan Ajung maupun persimpangan Gledak Pakem.
“Apabila salah mengambil jalur setelah pukul 17.00, hal tersebut justru dapat memperparah kondisi macet,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








