JEMBER, Tugujatim.id – Kepala Jasa Raharja Kabupaten Jember, Buntaran, memastikan seluruh korban Kecelakaan Bus di Jalur Bromo yang merupakan rombongan dari RS Bina Sehat Jember akan mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja, baik korban luka-luka maupun yang meninggal dunia.
Dalam keterangannya, Buntaran menjelaskan bahwa untuk korban yang mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan, Jasa Raharja akan menanggung biaya perawatan maksimal Rp20 juta.
Sementara itu, untuk 8 korban yang meninggal dunia, masing-masing ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp50 juta.
“Data korban meninggal dunia sudah lengkap, alhamdulillah. Insyaallah besok pagi maksimal siang, kami akan serahkan santunan kepada ahli waris,” ujar Buntaran pada Minggu (14/9/2025) malam.

Terkait penanganan korban yang dirujuk ke luar daerah seperti Ngawi dan Madiun, Buntaran menegaskan bahwa korban luka-luka tetap akan tercover oleh Jasa Raharja. Proses pembayaran santunan untuk korban meninggal akan disesuaikan dengan domisili ahli waris masing-masing.
Buntaran juga menyampaikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami imbau kepada para pengguna jalan untuk selalu hati-hati dalam berkendara dan mematuhi peraturan lalu lintas,” terangnya.
BACA JUGA: Update! Kecelakaan Bus di Jalur Bromo, 8 Korban Tewas dan 17 Luka
Khusus untuk kendaraan umum, Buntaran mengingatkan pentingnya perawatan rutin kendaraan. “Kendaraan umum harus dirawat secara rutin, baik rem, lampu, maupun kelengkapan kendaraan lainnya harus dicek secara berkala,” tambahnya.
Sebagai penutup, Buntaran juga mengingatkan aspek spiritual dalam perjalanan. “Sebagai umat beragama, kita wajib berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum berangkat agar diberikan perlindungan hingga kembali dengan selamat,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSBS Faida mengenai keterlibatan 52 individu yang merupakan staf beserta anggota keluarganya dalam kegiatan wisata keluarga.
“Aktivitas tersebut sepenuhnya bersifat personal dan keluarga. Pihak rumah sakit sama sekali tidak mengetahui rencana perjalanan mereka hingga mendapat kabar tentang tragedi ini,” terang Faida.
BACA JUGA: Tangis Pecah Diiringi Zikir Saat Jenazah Korban Kecelakaan Bus di Jalur Bromo tiba di RS Bina Sehat Jember
Dari jumlah 52 partisipan, sebanyak 7 jiwa tewas langsung di lokasi kejadian, ditambah 1 korban yang menghembuskan napas terakhir di ruang gawat darurat RSUD Tongas. Dengan demikian, jumlah korban jiwa mencapai 8 orang, di antaranya 3 anak. Di sisi lain, 17 korban menderita luka-luka dengan tingkat keparahan sedang sampai parah.
Dari 17 korban luka tersebut, 15 orang telah berhasil dievakuasi ke RSBS Jember guna mendapatkan penanganan medis intensif. Adapun 2 korban sisanya masih menjalani perawatan di Probolinggo mengingat kondisi kesehatan yang belum membaik dan masih dalam keadaan genting.
BACA JUGA: Rincian Jumlah Rombongan Kecelakaan Bus di Jalur Bromo yang Tewaskan 8 Orang
“Semoga mereka dapat bertahan hidup dan menemukan jalan kesembuhan. Beberapa dari 15 pasien yang dibawa ke Jember membutuhkan tindakan bedah segera,” ujar Faida.
Kecelakaan yang melibatkan rombongan RSBS di Jalur Bromo ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara dan perawatan kendaraan yang optimal untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








