MALANG, Tugujatim.id – Tim Dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengabdi kepada masyarakat dengan membantu peternak kambing di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Tim dosen Unikama ini berupaya mewujudkan mandiri pangan lewat pelatihan pemanfaatan limbah ternak menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.
Tim dosen Unikama diketuai Ari Brihandhono SPt MPd dan beranggotakan Fahmi Arif Zakaria SH MHum serta Farida Kusuma Astuti SPt MP. Mereka kolaborasi bareng kelompok ternak Karya Maju Tanaka.
Mereka mengedukasi peternak melalui serangkaian inovasi dan teknologi tepat guna mulai 1 September 2025. Mengusung tajuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangelan dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal, program ini dinilai sukses mengatasi masalah utama yang menghambat para peternak.
Baca Juga: PKKMB 2025, Mahasiswa Baru Unikama Didorong Jadi Generasi Tangguh Teknologi
Memasuki 2025, fokus utama yang membuka peluang kolaborasi lintas sektor lewat program pemberdayaan berbasis masyarakat dan kemitraan pangan menuju swasembada. Tujuannya untuk mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan warga.
Ari Brihandhono SPt MPd sebagai ketua tim dosen Unikama mengatakan, petani kesulitan mencari pakan saat musim kemarau.
“Persoalan utama mitra kami di Desa Bangelan sulit mendapatkan pakan saat kemarau. Selain itu, juga soal manajemen pemeliharaan yang masih tradisional dan pemasaran terbatas. Karena itu, kami hadir tidak hanya untuk memberi solusi sesaat, tetapi untuk membangun sistem yang berkelanjutan agar mereka (peternak) benar-benar mandiri,” imbuh Ari.
Peternak Diajari Mengolah Limbah Jadi Pupuk
Dalam program yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), tim dosen Unikama komitmen sejahterakan masyarakat melalui memperkenalkan beberapa solusi konkret.
Salah satunya adalah teknologi pembuatan silase, yakni pakan awetan dari tanaman yang melimpah saat musim hujan. Dengan bantuan mesin chopper (perajang), dia mengatakan, para peternak bisa menyimpan stok pakan berkualitas untuk musim kemarau.
Selain itu, dia mengatakan, limbah feses kambing dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi tinggi.

Tidak hanya pelatihan, tim dosen Unikama memberi bantuan mesin disk mill untuk menghaluskan kotoran kambing serta sealer untuk pengemasan pupuk yang siap jual. Selain menjaga kebersihan lingkungan kandang, dia juga mengatakan, inovasi ini membuka sumber pendapatan baru bagi para peternak.
Ketua Kelompok Ternak Karya Maju Tanaka Desa Bangelan Samidi mengatakan, para peternak diajari mengolah limbah menjadi pupuk.
“Dulu kotoran dibuang begitu saja, mereka sekarang kami ajari mengolahnya jadi pupuk. Ini sangat membantu. Selain untuk tanaman sendiri, hasilnya bisa dijual,” terang Samidi.
Tingkatkan Pendapatan dan Jangkauan Pasar Lebih Luas
Tim dosen Unikama menargetkan ada peningkatan bobot badan ternak kambing sebesar 10 persen dari perbaikan manajemen pakan dan pemberian suplemen Urea Molasses Block (UMB).
Kenaikan bobot ini secara langsung akan meningkatkan pendapatan peternak hingga 15 persen. Di sisi pemasaran, Unikama juga melakukan terobosan dengan mendampingi peternak untuk go-digital.
Pelatihan pembuatan toko online di marketplace dan pengurusan legalitas usaha menjadi bekal bagi peternak untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka juga tidak bergantung pada pengepul yang seringkali membeli dengan harga rendah.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Unikama dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan menerjunkan dosen dari berbagai disiplin ilmu Pendidikan IPS, Ilmu Hukum, dan Peternakan serta melibatkan mahasiswa secara aktif.
Unikama pun berperan sebagai agen perubahan yang memberikan dampak langsung bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Dwi Lindawati








