MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) melalui Tim Dosen lintas fakultas kembali menunjukkan komitmen untuk mendukung kemajuan industri kreatif di Kota Malang.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Primasa Minerva Nagari, Ph.D (Prodi Pendidikan Akuntansi FEB UM), bersama Umi Nuraini, Ph.D (Prodi Pendidikan Akuntansi FEB UM), serta Andika Bagus Nur Rahma Putra, M.Pd (Prodi Pendidikan Teknik Otomotif FT UM) mengembangkan inovasi teknologi mesin DivMac untuk membantu diversifikasi produksi UMKM kuliner.
Kegiatan ini didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2025 melalui hibah DPPM ini berlangsung sejak Juli hingga November 2025.
Program ini bermitra dengan UMKM Rurie Snack, salah satu pelaku industri makanan ringan di Kota Malang. Pelaku industri tersebut dikenal lewat produk unggulan seperti Unthuk Yuyu dan Cheese Stick. Melalui inovasi mesin DivMac, UMKM tersebut mampu memperluas produksi dengan menambah varian pastry.

Upaya ini seturut dengan Asta Cita dalam meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta mengembangkan industri kreatif dan infrastruktur. Selain itu, program ini memperkuat arah pembangunan melalui hilirisasi dan industrialisasi, sehingga meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Tim pengabdian turut melibatkan mahasiswa UM Malang, yakni Fender Belva Arifia, Elsa Dahosa Emanuella Putri, dan Ifala Nia Aeni. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini mendukung pencapaian IKU 2 (pengalaman di luar kampus), sementara pemanfaatan hasil riset dan inovasi dosen oleh mitra industri mendukung IKU 5.
Di sisi lain, metode pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan bersama mitra juga mewujudkan IKU 7 dengan kelas yang kolaboratif dan partisipatif
Kontribusi program ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Dengan hadirnya mesin DivMac, Rurie Snack mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memberi peluang kerja baru bagi masyarakat lokal. Proses pendampingan juga menekankan pelatihan tenaga kerja agar mampu mengoperasikan teknologi baru secara berkelanjutan.
Ketua Pengabdian DPPM 2025 UM, Primasa Minerva Nagari menyampaikan bahwa pengabdian ini merupakan langkah konkret universitas dalam menciptakan ekosistem inovasi berbasis kolaborasi.

“Dengan menggandeng UMKM Rurie, mahasiswa, dan dosen lintas bidang, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap permasalahan produksi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” terangnya.
Primasa turut mengucapkan terima kasih atas pendanaan hibah dari DPPM Kemdiktisaintek 2025 yang telah menjadi jalan untuk membantu dan mengembangkan UMKM di Indonesia, terutama Kota Malang.
“Ke depan, inovasi DivMac diharapkan dapat direplikasi ke UMKM lain, sehingga Kota Malang semakin kokoh sebagai pusat industri kreatif dan kuliner berdaya saing tinggi,” harapnya.
Apresiasi juga datang dari mitra dan owner UMKM Rurie Snack yakni Rurie yang mengatakan bahwa hadirnya mesin DivMac sangat membantu dalam pengembangan produk. “Produk kami agar tidak hanya itu-itu saja,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








