TUBAN, Tugujatim.id – Kasus dugaan keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) di SMKN Palang, Kabupaten Tuban, terus menjadi sorotan.
Lima siswa sempat mengalami gejala mual, muntah, hingga lemas usai menyantap menu MBG pada Rabu (23/09/2025). Kini, polisi turun tangan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan langkah yang dilakukan sejak menerima laporan kasus tersebut. Fokus utama adalah memastikan kondisi siswa serta mengamankan bukti berupa sampel makanan dan muntahan korban.
“Begitu dapat laporan, siswa langsung dibawa ke rumah sakit untuk observasi. Bersamaan dengan itu, kami amankan sampel dari makanan yang diduga dikonsumsi korban dan juga sampel muntahan,” jelas Dimas kepada awak media, Sabtu (27/09/2025).

Sampel tersebut, lanjutnya, segera dikirimkan ke dua tempat berbeda untuk diuji. Yakni Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.
“Kami kirim ke dua laboratorium untuk memperkuat data. Hasilnya diperkirakan keluar dalam tiga sampai lima hari ke depan,” ujarnya.
Dimas menegaskan, pihaknya sengaja memprioritaskan pengamanan sampel agar tidak rusak. Sebab, hasil laboratorium menjadi kunci utama dalam penyelidikan kasus ini.
“Kalau sampelnya rusak, akan menyulitkan. Karena itu, sejak awal kami fokus menjaga dan segera memasukkan ke laboratorium,” tegasnya.
Selain pengujian, polisi juga berencana memanggil saksi-saksi, termasuk pihak sekolah dan penyedia makanan. Namun, langkah itu akan dilakukan setelah hasil laboratorium keluar.
“Nanti setelah ada hasil uji, baru bisa disimpulkan penyebabnya. Dari sana, kami tentukan siapa saja yang perlu dipanggil untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, lima siswa SMKN Palang yang diduga keracunan adalah Achmad Ilqo Atthoillah, Francce Lina Jessyla Aulia, Siti Khoirul Nisa, Hijrayatul Nasyiin, dan Lira Firna. Mereka sempat menjalani perawatan di RSUD dr. R. Koesma Tuban, bahkan beberapa di antaranya kembali masuk rumah sakit setelah kondisi drop.
Kasus ini membuat orang tua siswa resah. Program MBG yang semula diharapkan meningkatkan gizi anak justru menjadi sorotan karena diduga menyebabkan keracunan massal.
Kini, seluruh pihak menanti hasil laboratorium yang diharapkan bisa memberikan jawaban pasti mengenai penyebab sakit para siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








