TUBAN, Tugujatim.id – Polres Tuban kembali panen jagung kuartal III sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh jajaran kepolisian seluruh Indonesia, yang dipusatkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Di Tuban, panen berlangsung di lahan jagung milik petani Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, serta Desa Becok, Kecamatan Merakurak. Hasilnya tidak main-main, diperkirakan mencapai 236 ton dari lahan seluas 40 hektare.
Kapolres Tuban, AKBP William Cornelis Tanasale menegaskan, panen kali ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Tuban dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi kepolisian dalam mendukung pertanian berkelanjutan, sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/09/2025).
Dalam panen raya tersebut, turut disiapkan mesin perontok yang memisahkan jagung dari janggel, sehingga menghasilkan jagung pipil kering dengan kadar air sekitar 18 persen. Meski begitu, jagung masih perlu melalui proses pengeringan hingga kadar air mencapai 14 persen agar lebih layak disalurkan ke masyarakat.
“Untuk panen kali ini, hasilnya langsung kita serahkan kepada Bulog. Jagung dengan kadar air 18 persen dihargai Rp5.500 per kilogram, sedangkan jagung kering dengan kadar air 14 persen bisa mencapai Rp6.400,” jelas Kapolres.
Tak hanya di lahan 40 hektare, secara keseluruhan luas tanam jagung di Kabupaten Tuban pada periode Juli–September 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Data mencatat, luas lahan mencapai 20.095 hektare, naik 7,32 persen dari tahun 2024. Dari total lahan tersebut, hasil panen jagung diperkirakan tembus hingga 120 ribu ton.
Capaian ini menjadi kabar baik bagi para petani sekaligus mendukung program nasional penguatan ketahanan pangan. “Harapannya, dengan panen raya serentak ini, kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh,” tambahnya
Keterlibatan kepolisian dalam mendukung program pertanian kini menjadi strategi nyata dalam menjaga stabilitas pangan. Tak hanya soal keamanan, namun juga mendorong produksi hasil tani agar dapat terserap dengan baik oleh pasar.
Dengan harga serap Bulog yang jelas, para petani di Tuban pun diyakini akan lebih bersemangat memperluas lahan dan meningkatkan produksi jagung di musim berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








