TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menambah anggaran perbaikan Jalan Lingkar Selatan Tuban (JLS Tuban). Tahun ini, total dana yang digelontorkan mencapai Rp22 miliar.
Anggaran tersebut berasal dari dua sumber. Pertama, Rp7 miliar sudah masuk dalam APBD murni 2025. Kedua, tambahan Rp13 miliar lewat P-APBD 2025, yang dibagi dalam dua paket, masing-masing Rp6 miliar dan Rp7 miliar.
Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR dan PRKP Tuban, Agung Mayangakar, menyebut langkah itu perlu dilakukan karena kondisi jalan mulai bergelombang. Apalagi JLS kerap jadi jalur utama truk-truk besar yang lalu lalang setiap hari.
“Kalau tidak segera diperbaiki, risikonya bisa lebih parah. Selain jalan cepat rusak, juga berbahaya bagi pengendara. Jadi harus diperkuat supaya stabil dan aman,” jelas Agung.
Meski waktu pengerjaan tak kurang dari 120 hari, Agung yakin proyek bisa selesai tepat waktu. Pasalnya, metode yang dipakai berbeda dengan perbaikan sebelumnya.
“Untuk APBD murni, titik yang rusak parah kita keruk dulu aspalnya, kemudian stabilkan pondasi, baru rigid beton. Sedangkan di P-APBD, kita fokus ke titik bergelombang tapi masih stabil. Jadi langsung ditambah pondasi di atas aspal, kemudian rigid beton tanpa perlu mengeruk,” paparnya.
Dengan cara itu, pengerjaan diharapkan lebih cepat sekaligus tahan lama menahan beban kendaraan berat.
Sekadar diketahui, pekerjaan fisik JLS dibagi beberapa tahapan. Tahap pertama baru dimulai pada 2019 dengan panjang 5,7 kilometer dan anggaran Rp70 miliar. Dilanjutkan tahap kedua pada 2020 sepanjang 7 kilometer dengan dana Rp72 miliar.
Dengan tambahan anggaran sebesar Rp22 miliar tahun ini, Pemkab berharap JLS benar-benar bisa berfungsi optimal sebagai jalur alternatif. Selain memperlancar arus lalu lintas, jalan ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di dalam kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








