PASURUAN, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) kembali melaksanakan Program Asistensi Mengajar (AM) sebagai bentuk nyata pengabdian dan pengembangan profesionalisme mahasiswa calon pendidik.
Salah satu lokasi pelaksanaan program ini adalah SMAN 1 Purwosari, Kabupaten Pasuruan, yang berlangsung sejak 26 Agustus hingga 6 Desember 2024.
Program Asistensi Mengajar ini bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa UM untuk mengembangkan motivasi dan kompetensi dalam bidang pendidikan, sekaligus membentuk kepribadian unggul sebagai calon guru.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dalam memperkuat proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Mahasiswa UM yang ditempatkan di SMAN 1 Purwosari menerapkan pembelajaran berbasis teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Berbagai bentuk penerapan dilakukan, seperti penyusunan perangkat pembelajaran kreatif dan inovatif, literasi dan numerasi, digitalisasi media pembelajaran, serta digitalisasi asesmen.
Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam pengisian konten pada sistem pengelolaan pembelajaran sekolah dan implementasi produk pembelajaran UM di kelas.
Pendekatan berbasis teknologi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi guru dan siswa dalam memahami materi serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Dengan adaptasi teknologi yang berkelanjutan, sekolah juga diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Pada minggu pertama pelaksanaan, mahasiswa melakukan observasi proses pembelajaran yang dipandu oleh guru pamong.
Observasi ini menjadi dasar dalam penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, dan bahan ajar. Setelahnya, mahasiswa menentukan metode dan model pembelajaran yang sesuai berdasarkan hasil observasi di kelas.

Salah satu mahasiswa UM, Devara Isnaya Aldiena, mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran inovatif, di antaranya Discovery Learning, Problem Based Learning (PBL), dan Scientific Learning.
Untuk meningkatkan partisipasi siswa, digunakan juga media pembelajaran interaktif seperti Quizizz dan Kahoot, yang membuat suasana belajar lebih menarik.
Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan media pembelajaran berbasis augmented reality (AR) bertema “virus”, yang menampilkan struktur tubuh virus secara detail.
Inovasi ini digunakan untuk mendukung pembelajaran biologi pada topik yang bersifat abstrak dan sulit diamati secara langsung, sehingga siswa lebih mudah memahami materi.
Proses pembelajaran diawali dengan apersepsi dan penyampaian tujuan pembelajaran, dilanjutkan kegiatan inti berupa pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara kelompok.
Pada tahap penutup, mahasiswa melakukan refleksi dan menyimpulkan hasil pembelajaran bersama siswa.
Melalui Program Asistensi Mengajar ini, mahasiswa UM mendapatkan pengalaman berharga di luar perkuliahan, memperluas wawasan, menambah relasi, serta mengembangkan keterampilan pedagogik dan sosial.
Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan profesionalisme sebagai calon pendidik masa depan.
Dengan kolaborasi yang terjalin antara UM dan SMAN 1 Purwosari, diharapkan kegiatan Asistensi Mengajar dapat terus berlanjut dan menjadi contoh praktik baik penerapan teknologi dalam pendidikan di sekolah-sekolah mitra lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








