MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bawang Merah di Mojokerto menyumbang andil penurunan harga rata-rata dari bulan lalu. Selain bawang merah, komoditas lain juga berperan seperti kelapa, daging ayam ras, cabai rawit, tomat sayur, solar, wortel, kol putih atau kubis, bandeng dan udang basah.
“Komoditas yang mengalami kenaikan harga rata-rata dari bulan lalu adalah emas perhiasan, beras, telur ayam ras, cabai merah, minyak goreng, bahan pelumas atau oli, kentang, daging sapi, pembersih lantai dan gula pasir,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Selasa (07/10/2025).
Laporan dari Bappeda Kabupaten Mojokerto menunjukkan penurunan Indeks Fluktuasi Harga (IFH) pada September 2025 dipengaruhi turunnya harga bawang merah. Penurunan harga ini disebabkan panen bawang merah di sejumlah wilayah pada awal Agustus 2025. Dari panen ini pasokan meningkat tajam, berimbas pada tekanan harga di pasar.
Selain itu Jawa Timur sebagai produsen besar skala nasional berperan dalam suplai berbagai daerah yang masuk ke pasar Mojokerto. Kondisi ini mendorong kompetisi harga yang semakin ketat.
Sementara, komoditas penyumbang kenaikan (IFH) tertinggi adalah emas perhiasan. Harga emas nasional tak bisa dipisahkan dari dinamika harga emas secara global. Kenaikan tersebut berimbas pada harga lokal yang ikut naik.
Kenaikan harga emas banyak pula dipicu oleh nilai tukar Rupiah terhadap Dolar. Selain itu, kenaikan harga emas global turut dipicu tingginya permintaan emas sebagai aset safe-haven serta harapan turunnya suku bunga AS mendorong kenaikan pada pasar domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








