MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bawaslu Mojokerto menggelar diskusi bertajuk Penguatan Kelembagaan Menuju Lembaga yang Modern, Informatif dalam Era Digital dan Keterbukaan Informasi. Acara berlangsung di sebuah hotel Puri, Kabupaten Mojokerto.
Anwar Noris, anggota Bawaslu Jawa Timur menuturkan, penguatan kelembagaan Bawaslu tetap penting dilakukan kendati momen tahapan pemilihan baik pemilihan umum maupun pemilihan di daerah telah usai. Terlebih era digital menyimpan beragam tantangan terhadap penegakan demokrasi. Dalam kata lain, Bawaslu juga berperan memastikan keterbukaan informasi demokrasi di ruang maya.
“Setidaknya Bawaslu sudah melewati 2 kali penyelenggaraan Pemilu setelah dibentuk pada 2018 lalu. Tentu banyak tantangan, banyak dinamika yang telah dihadapi. Tak hanya itu, rekan-rekan kami tidak sedikit yang telah gugur saat bertugas melakukan pengawasan. Ini sekaligus menjadi refleksi untuk evaluasi dan penguatan kapasitas,” terangnya.
Selain itu, Noris turut menyampaikan tentang pentingnya menjaga kepercayaan publik. Hal ini bisa ditempuh salah satunya melalui penyampaian informasi secara terbuka dan berkala. Dengan demikian masyarakat dapat mengakses informasi tentang pengawasan secara objektif.
“Masyarakat bisa tahu dan mengerti apa yang dikerjakan oleh pengawas Pemilu. Publik bisa menilai lewat transparansi. Tidak bisa bekerja sendiri, butuh partisipasi aktif berbagai pihak,” jelasnya.
Sementara, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan ini tidak sebatas diskusi biasa saja. Narasumber yang hadir turut berbagi pengalaman untuk memperkuat kapasitas pengawas Pemilu.
“Dari diskusi ini diharapkan pengawas Pemilu semakin siap terutama untuk Pemilu mendatang, serta menjaga kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








