MOJOKERTO, Tugujatim.id – Lapas Kelas IIB Mojokerto melakukan razia gabungan 2 kali pada Jumat (10/10/2025) dan Sabtu (11/10/2025) dini hari. Berdasarkan hasil razia, tidak dijumpai adanya ponsel maupun narkotika di seluruh kamar warga binaan Lapas Mojokerto.
Meski demikian, petugas gabungan Lapas Mojokerto menyita sejumlah barang yang tidak semestinya berada di kamar hunian, seperti senjata tajam rakitan, hasil fermentasi nanas, serta kartu remi. Razia ini sekaligus menjadi bagian program pemberantasan halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba) di lapas untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Baca Juga: Hari Ketiga Rehabilitasi Sosial di Lapas Mojokerto, BNN Motivasi Warga Binaan Jalani Pemulihan
Razia gabungan ini dipimpin langsung oleh Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan. Sebelum merazia, Rudi memberikan arahan tentang pentingnya kegiatan ini sebagai upaya deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban.
Sementara itu, razia dimulai setelah pembagian tim. Tiap tim mendapat tugas menyisir blok dan kamar hunian yang telah ditentukan. Sasaran razia ini meliputi kamar warga binaan nomor 9, 11, dan 12, kamar tahanan nomor 3, 4, 7, dan 8, serta blok wanita.
Razia dilakukan secara menyeluruh. Setiap sudut kamar warga binaan digeledah. Barang-barang pribadi warga binaan ikut pula diperiksa untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan.
Razia Bentuk Komitmen Tegakkan Aturan di Lapas
Hasil razia memang tidak menemukan adanya ponsel ataupun narkotika di kamar-kamar target razia. Namun, petugas menyita barang-barang yang tidak semestinya berada di kamar hunian, meliputi kartu remi dan senjata tajam rakitan. Barang-barang ini disita dan didata untuk dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Razia gabungan ini menjadi wujud nyata komitmen kami untuk menjaga keamanan serta menegakkan aturan di dalam lapas. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Mojokerto benar-benar bersih dari halinar,” kata Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








