• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ramadan 2026.

Ilustrasi menyambut momen Ramadan 2026. (Foto: dok Pixabay/jsjcreationsmm)

Prediksi Ramadan 2026, Awal Puasa Diperkirakan Jatuh pada Februari

Dwi Linda by Dwi Linda
9 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mulai menantikan datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang akan tiba pada 2026. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan data astronomi, Ramadan 2026 diperkirakan akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan Ramadan 2026 ini juga tertuang dalam keputusan resmi bernomor 86/ΚΕΡ/1.0/Β/2025 versi Muhammadiyah. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi.

You might also like

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM
Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

21/07/2026 6:45 PM

Meskipun begitu, penetapan resmi awal puasa tetap akan ditentukan melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI, yang menggabungkan hasil perhitungan hisab dan metode rukyatul hilal pengamatan bulan sabit pertama.

Baca Juga: Belum Ganti Puasa Ramadan? Ini Niat Puasa Qadha di Bulan Syawal dan Keutamaannya

Prediksi ini menjadi acuan awal bagi masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

Menurut perhitungan dari berbagai sumber kalender Islam global, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Jika bulan Ramadan berlangsung selama 30 hari penuh, maka Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Berikut Perkiraan Jadwal Penting Ramadan 2026:

Jika mengacu pada hasil hisab dan data astronomis yang telah dirilis, malam Tarawih pertama Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Malam tersebut menjadi momen pembuka bagi umat Islam untuk menyambut datangnya bulan penuh berkah.

Keesokanharinya, Rabu, 18 Februari 2026, ditetapkan sebagai 1 Ramadan 1447 Hijriah atau hari pertama umat Islam menjalankan ibadah puasa. Sejak fajar, masjid dan musala di berbagai daerah biasanya mulai ramai oleh jemaah sahur dan salat Subuh berjemaah.

Sementara itu, Nuzulul Quran, yang diperingati setiap 17 Ramadan, diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026. Momen ini menjadi salah satu malam istimewa di bulan Ramadan karena dipercaya sebagai hari turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Banyak umat Islam mengisinya dengan tadarus, tausiah, serta kegiatan keagamaan di masjid dan pesantren.

Memasuki penghujung bulan suci, umat Islam akan menanti keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat yang biasanya digelar pada 29 atau 30 Ramadan, yakni sekitar 18–19 Maret 2026. Sidang ini menentukan kapan tepatnya bulan Syawal dimulai dan kapan Hari Raya Idulfitri dirayakan.

Apabila Ramadan berlangsung selama 30 hari penuh, maka 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Hari itu akan menjadi puncak kebahagiaan umat Islam setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa, diiringi tradisi saling bermaafan dan silaturahmi bersama keluarga.

Mengapa Prediksi Ramadan 2026 Jatuh di Bulan Februari?

Perbedaan tahun Masehi dan Hijriah membuat Ramadan setiap tahunnya maju sekitar 10–11 hari dibandingkan kalender sebelumnya. Pada 2025, Ramadan dimulai sekitar akhir Februari hingga Maret. Maka pada 2026, bulan suci tersebut diperkirakan akan dimulai lebih awal, yaitu di pertengahan Februari.

Fenomena ini disebabkan oleh sistem kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan atau llunar calendar, bukan peredaran matahari seperti kalender Masehi. Karena itulah, Ramadan bisa jatuh di musim dan bulan yang berbeda setiap tahunnya.

Penentuan Awal Ramadan: Antara Hisab dan Rukyah

Dalam menentukan awal Ramadan, terdapat dua metode utama yang digunakan di Indonesia: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyah (pengamatan langsung hilal).

  •  Metode Hisab dilakukan dengan menghitung posisi bulan dan matahari secara matematis.
  •  Metode Rukyah dilakukan dengan mengamati hilal di berbagai titik observasi di Indonesia setelah matahari terbenam.

Kementerian Agama RI biasanya menggabungkan kedua metode tersebut dalam Sidang Isbat. Hasilnya, penetapan awal Ramadan tidak hanya berdasarkan angka, tetapi juga memastikan kesaksian pengamatan langsung di lapangan.

Perbedaan pandangan antara metode hisab dan rukyah sering kali menyebabkan awal puasa berbeda satu hari antara beberapa ormas Islam, seperti NU dan Muhammadiyah. Namun, perbedaan tersebut selalu dihormati dan menjadi bagian dari kekayaan tradisi keagamaan di Indonesia.

Tradisi Ramadan di Jawa Timur

Di berbagai daerah di Jawa Timur, Ramadan selalu disambut dengan tradisi unik yang mempererat silaturahmi. Misalnya:

  • Megengan, tradisi masyarakat Jawa menyambut Ramadan dengan doa bersama dan pembagian kue apem.
  • Safari Ramadan, kegiatan dakwah dan buka bersama yang diselenggarakan di berbagai masjid dan instansi.
  • Pasar Takjil Ramadan, yang selalu ramai di sore hari menjelang waktu berbuka.

Tradisi-tradisi tersebut menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Meskipun prediksi awal Ramadan sudah beredar, pada pertengahan Februari 2026. Namun, umat Islam diimbau untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat sebagai penetapan resmi pemerintah.

Sidang tersebut melibatkan perwakilan ormas Islam, ahli falak, astronom, dan lembaga terkait untuk memastikan posisi hilal sudah di atas ufuk dan bisa dirukyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Jadwal puasa Ramadan 2026Prediksi Ramadan 2026Puasa Ramadan 2026
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Next Post
Wisata Kebonsari.

Pedagang Parkiran Wisata Kebonsari Wadul ke DPRD Tuban, Ngeluh Sepi Pengunjung dan Parkir Ilegal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID