• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jember.

Napia, penjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger yang telah berjualan selama empat puluh tahun. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

40 Tahun Napia di Jantung Perdagangan Ikan Puger Jember: Melawan Pasang Surut Ekonomi dan Cuaca

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Kawasan pesisir selatan Jember, tepatnya di Puger, menyimpan cerita tentang ketangguhan dan dedikasi luar biasa. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini tidak hanya menawarkan panorama maritim, tetapi juga menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga nelayan.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan hasil tangkapan laut, terdapat kisah inspiratif seorang perempuan bernama Napia, yang kini menginjak usia 60 tahun. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade atau 40 tahun, dia menjadi salah satu pedagang senior di lokasi penjualan ikan setempat. Keterampilannya dalam menangani komoditas laut tetap prima, meski waktu terus bergulir.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

Baca Juga: Puluhan Tahun Menjemur Harapan: Kisah Satira, Perempuan Tangguh di Balik Gurihnya Ikan Asin Puger Jember

“Kalau hasil tangkapan melimpah, pembeli otomatis berdatangan. Memang sedang sepi, tapi rezeki tidak pernah putus,” ungkap perempuan yang menghabiskan hampir separo umurnya di tengah kesibukan pasar ikan itu pada Kamis (16/10/2025).

Napia telah menyatu dengan ritme kehidupan maritim Puger. Rutinitas malamnya adalah menanti kepulangan armada nelayan. Dia membedakan dua jenis kapal, yang berukuran besar mampu berlayar sampai tujuh hari, sementara perahu tradisional berangkat petang dan merapat kembali di pagi hari.

Fenomena alam memegang peranan krusial dalam naik dan turunnya harga ikan. Ketika kondisi cuaca kurang mendukung seperti saat ini, harga beberapa jenis ikan mengalami kenaikan. Ikan tuna misalnya, melonjak dari harga normal Rp20.000 menjadi Rp25.000-27.000 per kilogram. Namun ironisnya, daya beli masyarakat justru menurun.

Ketidakpastian pendapatan bukan hal baru bagi Napia. Bagi dia, berdagang di sini melampaui urusan ekonomi. Kondisi tersebut menurunnya tentang komitmen pada kampung halaman.

“Saya lahir dan besar di Puger. Tidak pernah terlintas untuk pindah,” tuturnya dengan nada lembut.

Ratusan Pedagang Jaga Kebersihan Area Dagang

Sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dia menyaksikan transformasi signifikan. Lokasi yang dulunya dikeluhkan pengunjung karena kondisi sanitasi buruk, kini berubah total.

“Masa lalu, kawasan ini terkenal kumuh dan berbau menyengat. Sekarang jauh lebih tertata dan nyaman,” jelasnya.

Saat ini, sekitar seratus pedagang menjalankan usaha di area tersebut. Meskipun tanpa organisasi formal, solidaritas antar pedagang tetap kuat. Mereka secara swadaya menjaga kebersihan area dagang, dibantu petugas kebersihan untuk saluran air.

Meski usia tidak lagi muda, Napia konsisten memulai hari sebelum mentari terbit. Keinginannya sederhana namun bermakna: dukungan lebih optimal dari otoritas daerah terhadap pengembangan infrastruktur perdagangan ikan.

“Harapan saya, tempat ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Agar semakin berkembang, bersih, dan ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah,” pungkasnya penuh optimisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniPedagang ikan di TPI PugerTempat Pelelangan Ikan Puger JemberTPI Puger Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
Pengusaha ikan asin.

Geluti Usaha Lebih dari 40 Tahun, Pengusaha Ikan Asin Jember Satira Harap Ada Perhatian Pemerintah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID