JEMBER, Tugujatim.id – Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional melalui Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jember telah memicu lonjakan signifikan kunjungan pasien ke RS Daerah dr. Soebandi. Antrean panjang pasien UHC yang ingin mendapatkan layanan kesehatan pun tak terhindarkan.
Dampak langsung dirasakan unit instalasi gawat darurat (IGD) yang menjadi gerbang utama rumah sakit rujukan tersebut. Fasilitas kesehatan ini menghadapi tekanan berat akibat minimnya ruang perawatan dan jumlah tenaga medis yang terbatas.
Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RS dr. Soebandi Deni Irawan menjelaskan, kondisi tersebut terjadi pada Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: Kabupaten Jember Raih 98,37 Persen Cakupan UHC Prioritas dengan Anggaran Rp366 Miliar
“Kapasitas tempat tidur yang kami miliki sebenarnya memadai sebelumnya. Namun, pasca implementasi UHC, arus pasien meningkat signifikan. Kondisi ini memaksa banyak pasien menunggu giliran di IGD hingga tersedia ruang rawat inap,” paparnya.
Meski menghadapi kendala kapasitas, manajemen rumah sakit menegaskan bahwa standar pelayanan medis tetap terjaga. Tim medis terus mengawasi intensif terhadap seluruh pasien, baik yang sudah mendapat tempat tidur maupun yang masih menunggu.
Puncak kepadatan terjadi ketika IGD harus menampung hingga 30 pasien secara bersamaan. Kabar baiknya, angka tersebut kini telah melandai menjadi 12 orang pasien UHC. Meski demikian, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh petugas medis.
Rencananya Ada Penambahan 40 Bed Pasien
Menurut Deni, keterbatasan area merupakan hambatan terbesar dalam mengatasi gelombang pasien UHC ini. Proyek konstruksi gedung perawatan bertingkat empat yang sudah direncanakan masih dalam tahap penyelesaian.
“Begitu gedung bertingkat empat ini beroperasi, kami bisa menambah kapasitas sekitar 40 bed. Penambahan ini sangat krusial untuk mengurangi penumpukan di IGD,” tuturnya optimis.
Pihak rumah sakit kini mengandalkan komitmen Pemkab Jember, khususnya dalam aspek pembiayaan proyek infrastruktur kesehatan ini.
“Kami membutuhkan dana sekitar Rp47 miliar untuk menuntaskan konstruksi bangunan sekaligus melengkapi peralatan medis agar gedung baru tersebut siap digunakan,” tandas Deni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








