• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
perempuan korban perbudakan modern

Ilustrasi perempuan jadi korban perbudakan modern. (Foto: Pixabay)

Tragis, Data Tunjukkan 29 Juta Perempuan Jadi Korban Perbudakan Modern

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News, Internasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tanzania – Sebuah laporan terbaru memperkirakan setidaknya terdapat 29 juta perempuan dan anak perempuan menjadi korban perbudakan modern. Mereka dieksploitasi melalui praktik-praktik seperti kerja paksa, kawin paksa, jeratan hutang, hingga perbudakan rumah tangga.

Data tersebut disampaikan oleh pegiat HAM dan kebebasan dari perbudakan, Walk Free melalui konferensi persi Perserikatan Bangsa Bangsa, Jumat (09/10/2020) lalu. Yang artinya, terdapat satu di antara 130 perempuan dan anak perempuan menjadi korban perbudakan modern.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

Hal tersebut disampaikan sendiri oleh salah satu pendiri organisasi anti-perbudakan Walk Free tersebut, Grace Forrest.

“Kenyataannya adalah bahwa ada lebih banyak orang yang hidup dalam perbudakan saat ini daripada waktu lainnya dalam sejarah manusia,” ujarnya pada konferensi pers PBB, seperti dilansir dari CTV News.

Walk Free mendefinisikan perbudakan modern adalah sebagai penghapusan sistematis dari kebebasan seseorang, di mana satu orang dieksploitasi oleh orang lain untuk keuntungan pribadi atau finansial.

Forrest menambahkan bahwa perkiraan global tersebut berdasarkan hasil kerja Walk Free, Organisasi Perburuhan Internasional dan Organisasi Internasional untuk Migrasi, keduanya merupakan badan-badan PBB.

“Apa yang ditunjukkan oleh laporan ini adalah bahwa gender memberi peluang bagi anak perempuan sejak pembuahan sepanjang hidup mereka,” katanya.

Menurut laporan, berjudul “Stacked Odds,” perempuan merupakan 99 persen dari semua korban eksploitasi seksual paksa. Sedang 84 persen dari korban kawin paksa, sedang 58 persen dari semua korban kerja paksa.

“Wajah perbudakan modern saat ini telah berubah secara radikal,” tambah Forrest.

“Kami melihat eksploitasi yang dinormalisasi dalam ekonomi kami dalam rantai pasokan transnasional dan juga dalam jalur migrasi. Orang-orang paling rentan di dunia telah didorong lebih jauh ke dalam praktik perbudakan modern ini karena COVID-19,” paparnya.

Dia mengatakan perkiraan perempuan dan anak perempuan dalam perbudakan modern merupakan suatu yang konservatif. Karena hal itu tidak memperhitungkan apa yang terjadi selama pandemi.

“Peningkatan tajam pernikahan paksa dan perkawinan anak serta kondisi kerja yang dieksploitasi di seluruh dunia,” imbuhnya

Forrest mengatakan Walk Free dan program Every Woman Every Child dari PBB meluncurkan kampanye global untuk menuntut tindakan menghapus perbudakan modern.

Kampanye tersebut mendesak diakhirinya pernikahan anak dan pernikahan paksa, yang belum dikriminalisasi oleh 136 negara.

Ini mendesak penghapusan sistem legalisasi eksploitasi yang secara hukum mengikat status imigrasi pekerja migran dengan pemberi kerja atau sponsor selama masa kontrak mereka.

Kampanye tersebut juga mendorong transparansi dan akuntabilitas bagi perusahaan multinasional.

“Kami tahu bahwa perempuan dan anak perempuan mengalami tingkat eksploitasi dan kerja paksa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yakni dalam rantai pasokan barang yang kami beli dan gunakan setiap hari seperti pakaian kopi, dan teknologi,” tutup Forest. (gg)

Tags: genderHak Asasi ManusiaHAMkawin paksaLSMPBBperbudakanperbudakan modernperempuanPerserikatan Bangsa-BangsaslaveryUnited Nations
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
drama korea berlatar cerita korea utara, crash landing on you

5 Rekomendasi Drama Korea dengan Balutan Latar Korea Utara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID