MOJOKERTO, Tugujatim.id – Salah satu sosok penting penyebar agama Islam dimakamkan di Mojokerto yakni Syekh Jumadil Kubro. Tidak hanya itu, sosok yang dikebumikan di kompleks wisata religi Troloyo di Sentonorejo, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini juga dikenal memiliki banyak murid yang juga berperan penting dalam penyebaran Islam di Nusantara.
“Di area pemakaman Troloyo ini bersemayam salah satu waliyyullah atau kekasih Allah. Beliau menyebarkan agama Islam ke seluruh Nusantara, jauh sebelum Wali Songo, yaitu Syekh Jumadil Kubro, sesepuh Wali Songo yang selanjutnya menurunkan wali-wali setelahnya,” terang Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa di sela acara Troloyo Fest 2025, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Puluhan Ribu Jemaah Padati Lokasi Haul Akbar Ke-44 KH Abdul Hamid di Pasuruan
Masih kata Bupati Al Barraa, keberadaan makam Syekh Jumadil Kubro di Mojokerto menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab, sosok ini diyakini memiliki hubungan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
“Pada masa itu, Syekh Jumadil Kubro itu salah satu penasihat di Kerajaan Majapahit. Dengan demikian keberadaan beliau tidak diragukan lagi, yaitu berada di Kabupaten Mojokerto, yang saat itu Trowulan merupakan pusat Kerajaan Majapahit. Hal ini penting untuk dipublikasikan dan diramaikan agar masyarakat Indonesia tahu,” ujarnya.
Makam Asli Berada di Mojokerto
Dia mengatakan, ada makamnya di Semarang. Faktanya, dia melanjutkan, makam asli berada di Kabupaten Mojokerto.
“Mari sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia agar tahu bahwa penyebaran Islam di Nusantara berawal dari Mojokerto. Memang ada makam (Syekh Jumadil Kubro) seperti di Semarang, namun sesuai fakta sejarah, makam asli berada di Kabupaten Mojokerto,” lanjut Bupati Al Barraa.
Sebagai informasi, Troloyo Fest 2025 digelar dalam rangka Haul Syekh Jumadil Kubro sekaligus peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








