• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
HKTI Jember

Ketua HKTI Jember Ponimin Tohari (sentral) tuntut keterbukaan distribusi pupuk bersubsidi. (Foto: Diki Febrianto)

HKTI Jember Tuntut Keterbukaan Penuh Distribusi Pupuk Bersubsidi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Jember melayangkan tuntutan keras terkait keterbukaan informasi dalam pendistribusian pupuk yang mengalami penurunan harga. Tuntutan ini disampaikan langsung oleh Pimpinan DPC HKTI Jember, Ponimin Tohari.

Menurutnya, akses informasi yang terbuka antara pengecer dan komunitas petani menjadi faktor penentu supaya pupuk benar-benar sampai ke tangan yang tepat dan terhindar dari praktik penyimpangan. Apalagi belum lama ini pemerintah menerapkan pemangkasan harga pupuk mencapai 20 persen.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

“Kami dari HKTI Jember siap menjadi pengawas kebijakan ini. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Presiden dan Bapak Prabowo yang telah meringankan tanggungan para petani di tanah air,” kata Ponimin, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, pemangkasan tarif pupuk bersubsidi yang semula menembus angka seratus ribuan rupiah kini turun menjadi sekitar Rp94 ribu per karung, memberikan dampak positif bagi kalangan petani. Langkah ini dinilai mendukung agenda kemandirian pangan nasional melalui pengurangan ongkos produksi di sektor pertanian.

Meski demikian, Ponimin menegaskan bahwa penurunan tarif saja belum maksimal bila sistem distribusinya masih carut-marut. Dia mengungkap fakta adanya kelangkaan yang dibuat-buat serta beredarnya pupuk subsidi melalui jalur gelap dengan bandrol melebihi harga pupuk reguler.

BACA JUGA: Dukungan Mentan Mengalir, Jember Bakal Bangun Infrastruktur Pertanian Terbesar dalam 40 Tahun Terakhir

“Kondisi di lapangan sangat mencurigakan. Katanya pupuk susah didapat, tetapi di pasar bebas malah berlimpah dengan harga selangit. Ini yang perlu pengawasan ketat,” katanya.

Ponimin mendesak Dinas Pertanian, aparat kepolisian, Babinsa, hingga Babinkamtibmas untuk melakukan inspeksi langsung ke setiap daerah penyaluran. Dia juga menekankan urgensi keterbukaan data di level pengecer maupun komunitas tani.

“Pesan saya untuk para pengecer, cakupan wilayah tanam yang menjadi tanggung jawab mereka wajib terdata dengan jelas. Bila pemerintah sudah menetapkan kuota pupuk bagi lahan 10 hektare, maka harus benar-benar tersalurkan untuk luasan tersebut. Jangan sampai hanya 3 hektare yang terlayani,” tegas Ponimin.

Di sisi lain, Ponimin menyinggung kendala yang kerap dihadapi petani penggarap lahan sewa. Karena tidak memiliki bukti kepemilikan berupa SPPT, sebagian besar dari mereka terhambat mendapatkan pupuk subsidi.

“Para penggarap lahan sewa ini juga memerlukan pupuk, namun mereka ditolak lantaran tidak punya SPPT. Seharusnya pemerintah desa bisa memberi solusi agar penyewa lahan tetap tercatat dan memperoleh kuota pupuk sesuai luas garapannya,” paparnya.

Menurut Ponimin, kontrol terhadap peredaran pupuk bersubsidi harus menjadi tanggung jawab kolektif supaya tidak lagi terjadi kelangkaan rekayasa atau manipulasi harga di tingkat distributor. “Kebijakan ini sangat baik, karena itu harus dijaga bersama supaya benar-benar diterima petani yang berhak,” tutupnya.

Di tempat terpisah, seorang pedagang pupuk Ppts bernama Kusyairi menyatakan bahwa dengan penerapan sistem penyaluran berbasis digital saat ini, pendistribusian pupuk menjadi lebih teratur dan akurat. Petani yang tercatat dalam platform E-RDKK kini bisa mendapatkan pupuk sesuai haknya tanpa hambatan signifikan.

“Saat ini seluruh data sudah masuk ke dalam platform digital, sehingga lebih terbuka. Kami pun belum pernah menghadapi keterlambatan pengiriman. Pupuk tiba tepat waktu, petani tidak perlu cemas,” tuturnya.

Kusyairi berharap keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian dapat berkelanjutan, termasuk menjaga kestabilan harga gabah demi peningkatan kesejahteraan petani.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberHimpunan Kerukunan Tani IndonesiaHKTI JemberJemberKabupaten Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Buih putih misterius

Buih Putih Misterius Penuhi Sungai di Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID