JEMBER, Tugujatim.id – Kementerian UMKM melalui Wakil Menteri Helvi Yuni Moraza mengumumkan program Entrepreneur Hub yang akan hadir di Kabupaten Jember sebagai upaya pemberdayaan wirausaha muda dan penguatan ekosistem usaha mikro lokal.
Dalam kunjungan kerjanya ke Jember, Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza menegaskan bahwa selain program Kumitra (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra), Entrepreneur Hub merupakan program bimbingan intensif bagi wirausaha muda dan masyarakat yang berminat berwirausaha.
Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan UMKM tradisional yang masih terkendala dalam beberapa aspek.
Menurut Wamen Helvi, ada beberapa fokus utama dalam program Entrepreneur Hub Jember, mulai dari pemecahan masalah pembiayaan dan rantai pasar. UMKM akan mendapat pendampingan dalam mengakses sumber pembiayaan dan memperluas jaringan pemasaran produk.
Pelaku usaha akan dilatih untuk beradaptasi dengan teknologi digital dalam menjalankan bisnis mereka. Selain itu, Kementerian UMKM bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia untuk memberikan pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM.
Tidak hanya itu, program ini juga memfasilitasi pengurusan izin dan legalitas usaha yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bekerja sama dengan Kongres Advokat Indonesia, UMKM akan mendapat pembekalan terkait aspek hukum dalam berbisnis.
Salah satu keunggulan Entrepreneur Hub di Jember adalah kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi lokal. Universitas Jember dan Politeknik Jember akan terlibat dalam menciptakan inkubator bisnis untuk melatih calon wirausaha, khususnya generasi muda di kampus.
“Kami ke depan akan bekerja sama sehingga membuat semacam inkubator bisnis yang akan melatih masyarakat yang ingin berusaha terutama wirausaha muda yang ada di kampus itu sendiri,” jelas Helvi pada Senin (03/11/2025).
Kabupaten Jember juga dipilih sebagai salah satu pilot project untuk pengembangan ekosistem pertanian digital. Kementerian UMKM telah mendatangkan tenaga ahli dan perusahaan yang bergerak di bidang ekosistem pertanian untuk memetakan lokasi-lokasi strategis bersama Pemkab Jember.
Pentingnya Calon Pengusaha Baru Usia Produktif
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif kehadiran program Entrepreneur Hub dan berbagai inisiatif dari Kementerian UMKM. Dia menekankan pentingnya program pelatihan calon pengusaha baru dari kalangan masyarakat miskin ekstrem usia produktif.
“Kami tadi memohon kepada Pak Wamen bahwa ke depan Jember adalah kabupaten dengan angka kemiskinan ekstrem tinggi di Jawa Timur sehingga sepertinya perlu ada pelatihan untuk calon pengusaha baru UMKM dari masyarakat miskin ekstrem yang usia produktif. Dan alhamdulillah beliau langsung menjawab, ‘Boleh, Gus,'” ungkap Bupati Fawait.
Pemkab Jember berencana mendukung penuh mulai dari pelatihan, bantuan sarana usaha seperti gerobak, hingga kemudahan akses pembiayaan dengan harapan bisa mendapat subsidi bunga yang ditanggung oleh pemerintah.
Program Entrepreneur Hub di Jember direncanakan mulai berjalan pada awal tahun mendatang. Kementerian UMKM akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk universitas dan instansi terkait untuk mempersiapkan ekosistem yang kondusif.
Wamen Helvi berharap dengan komitmen Pemda Jember dan dukungan Pemprov Jawa Timur, program ini dapat memaksimalkan potensi Jember dalam menciptakan UMKM yang tangguh, ekonomi yang kuat, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya lihat Jawa Timur itu punya etos usaha yang cukup tangguh. Saya berharap itu bisa kami maksimalkan lebih jauh,” tutup Helvi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








