• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petani kopi di Jember.

Anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra Hanan Kukuh Ratmono soal hambatan petani kopi di Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Rantai Distribusi Panjang Rugikan Petani Kopi di Jember, Fraksi Gerindra Dorong Pemda Hadirkan Pabrik Stabilkan Harga

Dwi Linda by Dwi Linda
7 months ago
in Bisnis, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra Hanan Kukuh Ratmono respons produksi petani kopi di Jember. Dia mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk menghadirkan investor pabrik kopi di Jember guna menyerap produksi kopi lokal yang terus meningkat.

Menurut Hanan, langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Jember.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

Dia mengatakan, potensi kopi di Jember sangat besar dengan produksi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024, produksi kopi Jember mencapai sekitar 11.000 ton, dan diperkirakan bisa mencapai 15.000 ton lebih pada 2025.

Baca Juga: Perdana! KDMP Sidomulyo Jember Ekspor Komoditas Kopi dan Kerajinan Tangan ke Tiga Negara Senilai Rp1,2 Miliar 

“Kami mewakili aspirasi petani kopi di Jember berharap pemerintah bisa menjembatani menghadirkan investor dan pabrik kopi agar bisa membeli produksi kopi yang sangat besar. Biar produksi kopi tidak lari ke kabupaten lain dan ada branding sendiri khusus Jember,” ujar Hanan pada Rabu (05/11/2025).

Politikus Partai Gerindra itu juga mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi petani kopi di Jember adalah panjangnya rantai distribusi dari petani hingga ke pabrik. Hal ini menyebabkan selisih harga yang cukup tinggi, berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Fluktuasi harga kopi juga menjadi persoalan serius. Pada musim panen raya kemarin, harga kopi robusta sempat mencapai Rp79.000 per kilogram, namun anjlok ke Rp44.000 per kilogram saat panen raya. Kondisi ini memaksa petani dengan modal kecil untuk menjual hasil panen dengan harga murah.

“Saat ini harga sudah mendekati Rp70.000 lagi. Dengan pemerintah menghadirkan pabrik dan distributor, kami berharap harga tidak terlalu jomplang di musim panen dan tidak panen,” jelasnya.

Anggota Komisi Janji Bahas Sektor Kopi bareng Pemerintah

Untuk mendorong optimalisasi sektor kopi, Hanan berjanji akan meminta anggota komisi terkait untuk membahas hal ini dalam pembahasan APBD dengan pemerintah. Tujuannya adalah menciptakan stabilitas harga yang menguntungkan petani.

Hanan juga menekankan pentingnya branding kopi Jember. Menurut dia, daerah tetangga seperti Dampit sudah membranding sejak 5-10 tahun lalu. Padahal, sebagian besar produksi kopi Dampit berasal dari Kabupaten Jember.

“Kopi Jember lebih dikenal sebagai kopi Dampit. Jember tidak punya branding sendiri. Kami perlu melakukan branding seperti Raung Kopi atau Argopuro Kopi, karena punya dua sisi pegunungan yang ditanami kopi,” ungkapnya.

Dari segi kualitas, Hanan yakin kopi Jember mampu bersaing di pasar. Kopi dari kaki Gunung Raung dan Argopuro memiliki ciri khas masing-masing yang dipengaruhi oleh karakter ketinggian lokasi penanaman.

Hanan juga menyebut sinkronisasi dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) sudah berjalan sejak lama. Sebagian besar bibit yang ditanam petani kopi di Jember berasal dari Puslitkoka, termasuk klon Tugusari dan klon-klon baru seperti klon Bagio yang memiliki produktivitas lebih tinggi.

“Tinggal pemerintah melakukan branding, kopi Jember pasti bisa bersaing,” ujar Hanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniFraksi Gerindra JemberJemberKabupaten Jember hari iniPetani kopi di JemberPetani kopi Gunung Raung JemberProduksi petani kopi Gunung Raung
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
Kopi Jember.

Branding Kopi Jember Lemah, Ketua Fraksi Gerindra: Produksi Melonjak tapi Krisis Identitas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID