MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tokoh nasional sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, Kiai Asep Saifuddin Chalim mendesak aparat penegak hukum (APH) tak setengah hati menutup tambang ilegal.
Terlebih, nama Amanatul Ummah dicatut sebagai nama koperasi yang diduga kuat berkaitan dengan aktifitas tambang ilegal di Mojokerto. Kiai Asep merasa dirugikan atas pencatutan nama tersebut.
Kiai Asep berpandangan, hal ini seturut dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang bertekad menutup tambang ilegal di Indonesia.
Keberadaan tambang ilegal yang masih marak ditemui di Mojokerto tidak hanya bermasalah dari sisi hukum. Negara juga menanggung rugi dari sisi lingkungan dan ekonomi.
BACA JUGA: Warga Protes Aktivitas Tambang Galian C di Mojokerto, Diduga Ilegal dan Rusak Lingkungan
“Penambang ilegal ini jelas merusak, tidak memberi pemasukan bagi negara, justru pengrusakan yang diwariskan untuk generasi selanjutnya. Maka aparat (penegak hukum) harus mengambil tindakan tegas,” tegas Kiai Asep, Sabtu (08/11/2025).
Kiai Asep menambahkan, dirinya turut menyoroti adanya dugaan oknum yang sengaja menjadi beking dalam aktifitas penambangan ilegal. Bagi Kiai Asep, hal ini justru bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
“Presiden sudah tegas memberi instruksi agar tambang ilegal ditindak, tidak peduli siapa bekingnya. Ini soal moral untuk bangsa,” tandasnya.
Kiai Asep menegaskan tambang ilegal berpengaruh pada lingkungan dan bisa menimbulkan bencana alam baik tanh longsor, udara kotor.
“Tambang ilegal berpengaruh pada lingkungan, bisa menimbulkan bencana baik longsor, udara juga rusak. Jangan tunggu viral (baru melakukan tindakan)” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








